Monday, 24 October 2016

Harry Potter and the Goblet of Fire

        Harry Potter bermimpi tentang Frank Bryce, yang tewas setelah tak sengaja mendengar pembicaraan Lord Voldemort dengan Peter Pettigrew dan seorang pria lain. Tak lama kemudian, Harry menghadiri acara Piala Dunia Quidditch dengan keluarga Weasley, tapi setelah pertandingan, para Pelahap Maut meneror para penonton, dan pria tak dikenal yang muncul di mimpi Harry memanggil Tanda Kegelapan.
      Di Hogwart, Albus Dumbledore memperkenalkan Mantan Auror bernama Alastor "Mad-Eye" Moody sebagai guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang baru. Selain itu, kepala sekolah juga mengumumkan bahwa Hogwart akan menjadi tuan rumah dari pertandingan legendaris bernama Turnamen Triwizard, dimana tiga sekolah sihir akan saling bersaing dalam sebuah kompetisi yang mematikan untuk menghadapi tiga tantangan berbahaya. Para juara akan diseleksi oleh Goblet of Fire / Piala Api dan yang keluar menjadi juara adalah: Cedric Diggory dari asrama Hufflepuff terpilih untuk mewakili Hogwart, Viktor Krum akan mewakili Institut Durmstrang, dan Fleur Delacour akan mewakili Akademi Sihir Beauxbaton. Namun secara tak terduga Piala Api juga memilih juara keempat: Harry Potter. Tercengang, Dumbledore tak mampu untuk menarik Harry, yang sebenarnya masih di bawah umur, untuk keluar dari turnamen, karena Barty Crouch Senior, seorang pegawai kementerian, mendesak bahwa para juara yang telah terpilih telah diikat dengan kontrak, maka Harry terpaksa mengikuti kompetisi. Hal ini membuat sahabat Harry, Ron Weasley, iri padanya.
        Di tugas pertama Turnamen Triwizard, para juara harus mengambil sebuah telur emas yang dijaga oleh induk naga yang bengis. Harry berhasil mengambil telurnya setelah memanggil sapu terbangnya dengan mantra pemanggil. Beberapa waktu kemudian, ketiga sekolah mengadakan pesta dansa di Hogwart, dan para juara harus menghadirinya bersama pasangan masing-masing. Cho Chang, murid Ravenclaw yang disukai Harry, telah lebih dulu diajak oleh Cedric Diggory, membuat Harry kecewa, sedangkan Hermione berpasangan dengan Viktor Krum, membuat Ron menyadari bahwa dia cemburu. Harry dan Ron awalnya sulit mendapatkan pasangan, tapi beruntung si kembar Padma dan Parvati Patil belum punya pasangan, namun Harry dan Ron terlihat tidak menikmati pesta dansa bersama si kembar pasangannya, mereka malah menghabiskan waktu berdua menyesali ketidakhadiran Cho dan Hermione disamping mereka. Dalam telur emas yang diambil para juara, berisi petunjuk untuk menyelesaikan tugas kedua, yaitu menyelamatkan pasangan ataupun teman para juara dari para manusia duyung yang berpura-pura menahan mereka di dalam danau di samping sekolah. Cho, Hermione, Ron dan adik perempuan Fleur telah terpilih, keempatnya tak sadarkan diri dan diikat di dasar danau dengan diawasi oleh manusia duyung yang terlihat kejam dan kasar. Sebenarnya Harry yang pertama datang di tempat teman-temannya terikat, tapi dia yang terakhir sampai di daratan karena berusaha menyelamatkan keempatnya. Harry kemudian berada di urutan kedua setelah Cedric, karena tekad dan kebaikan hatinya untuk menyelamatkan keempat tawanan.
        Tak lama setelah itu, Harry menemukan Barty Crouch Senior tewas di hutan. Harry kemudian menemui Dumbledore, tapi dia tidak ada di kantornya. Selama menunggu, Harry menemukan Pensieve, baskom berisi kenangan Dumbledore. Di dalamnya, Harry menyaksikan pengadilan yang dihadiri oleh Kepala Sekolah Durmstrang, Igor Karkaroff, yang memberikan nama-nama para Pelahap Maut, setelah penyerangan Voldemort. Karkaroff menyebut Severus Snape sebagai salah satu Pelahap Maut, tapi Dumbledore melindunginya, maka dia kemudian memberikan nama Barty Crouch Junior. Barty Crouch Senior pergi dengan hati hancur dan anaknya dibawa ke penjara Azkaban. Setelah keluar dari Pensieve, Harry menyadari bahwa pria dalam mimpinya yang sedang berbicara dengan Voldemort adalah Barty Crouch Junior.
        Di tugas terakhir, para juara harus memasuki labirin tanaman yang tinggi dan jika sang juara mencapai jalan yang benar, maka mereka akan menemukan Piala Triwizard. Tiba-tiba saja Viktor terkena Kutukan Imperius dan secara tidak sadar melumpuhkan Fleur. Setelah Harry menyelamatkan Cedric saat dia terjerat tanaman di labirin, keduanya memutuskan mereka dalam posisi yang sama dan mengambil pialanya bersama-sama, yang ternyata adalah portkey dan membawa mereka berdua ke sebuah makam, dimana Pettigrew dan Voldemort telah menunggu. Pettigrew membunuh Cedric dengan kutukan mematikan dan langsung melakukan ritual dengan menggunakan tulang ayah Voldemort, daging tangan Pettigrew sendiri dan beberapa tetes darah Harry. Setelah Voldemort mendapatkan tubuhnya kembali, dia langsung memanggil para Pelahap Maut. Voldemort kemudian melepaskan Harry agar dapat mengalahkan Harry dalam duel untuk membuktikan bahwa sebenarnya Harry Potter adalah penyihir biasa. Harry tak mampu untuk mempertahankan dirinya, tapi berusaha mantra Expelliarmus di waktu yang sama saat Voldemort berusaha membunuhnya dengan Kutukan Kematian. Tiba-tiba saja, tongkat keduanya tidak saling melawan satu sama lain, dan tongkat Voldemort berusaha untuk memuntahkan kembali mantra-mantra yang pernah dilakukannya. Dalm bentuk bayangan, orang-orang yang telah dibunuh oleh Voldemort muncul di pemakaman, termasuk orang tua Harry dan Cedric. Hal ini cukup mengalihkan perhatian Voldemort dan para Pelahap Mautnya, memberi Harry kesempatan untuk melarikan diri, membawa tubuh Cedric, dengan portkey Piala Triwizard.
        Sekembalinya ke Hogwart, Harry memberitahu Dumbledore bahwa Voldemort telah hidup kembali dan bertanggung jawab atas kematian Cedric. Moody kemudian membawa Harry ke kantornya dan bertanya tentang Voldemort, tak sengaja Moody mengungkapkan bahwa dirinya adalah orang yang menaruh nama Harry di Piala Api dan yang selama ini memanipulasi Harry agar bisa memenangkan Turnamen Triwizard, untuk kepentingan Voldemort. Moody kemudian mencoba untuk membunuh Harry, untungnya Dumbledore, Snape dan McGonagall datang menyelamatkannya. Para guru memaksa Moody untuk meminum Ramuan Kejujuran / Veritaserum dan ternyata Moody yang asli selama ini dipenjara di dalam koper ajaib. Setelah khasiat Ramuan Polijus milik Moody palsu menghilang, terungkaplah bahwa dia sebenarnya adalah Barty Crouch Junior, yang selama ini bekerja menjadi mata-mata Voldemort. Barty yang ternyata selama ini belum mati, dikirim kembali ke Azkaban.
         Keesokan harinya, Dumbledore mengumumkan ke seluruh sekolah bahwa Voldemort telah bangkit kembali dan telah membunuh Cedric. Meski demikian, pernyataan Dumbledore  ini ditentang oleh Kementerian Sihir yang tidak percaya dengan kesaksian Harry dan tidak ingin menimbulkan kepanikan di dunia sihir. Tak lama setelahnya, Dumbledore menemui Harry di asramanya dan meninta maaf karena telah menaruh Harry dalam keadaan yang berbahaya. Harry menceritakan bahwa dia telah melihat orang tuanya di pemakaman, Dumbledore menamai efek tersebut sebagai "Priori Incantatem" dan memberitahu meskipun orang tua Harry keluar dari tongkat Voldemort, tapi tidak ada mantra yang bisa membangunkan mereka dari kematian. Dumbledore mengingatkan Harry meski yatim piatu, tapi dia tidak sendiri. Di akhir cerita, Hogwart, Durmstrang dan Beauxbatons mengucapkan perpisahan satu sama lain.(bn)


Genre : Adventure, Family, Fantasy
Tanggal Rilis Perdana : 6 Nopember 2005
Studio : Warner Bros. Pictures
Sutradara : Mike Newell
Produser : David Heyman
Penulis Naskah : Steve Kloves
Pemain :
Daniel Radcliffe sebagai Harry Potter
Rupert Grint sebagai Ron Weasley
Emma Watson sebagai Hermione Granger
Michael Gambon sebagai Albus Dumbledore
Ralph Fiennes sebagai Lord Voldemort
Brendan Gleeson sebagai Alastor Moody
Anggaran : $150 juta
Pendapatan Box Office : $896.9 juta

Sunday, 23 October 2016

Harry Potter and the Chamber of Secrets

        Harry Potter merasa sedih karena menghabiskan musim panas tanpa mendapatkan satupun surat dari teman-teman sekolahnya. Di kamarnya, muncul seekor peri rumah bernama Dobby yang melarang Harry pergi ke sekolah, karena menurut Dobby, hal buruk akan terjadi jika Harry kembali ke Hogwart. Karena itulah Dobby mencuri semua surat dari teman-temannya, Harry mencoba merebut surat-surat itu, tapi Dobby kabur ke ruang makan, dimana dia menghancurkan kue mahakarya Bibi Petunia. Keluarga Dursley menganggap Harry lah biang keladi dari semua kekacauan itu dan menghukum Harry dengan menguncinya di kamar. Untungnya, Ron, Fred dan George Weasley menolong Harry dengan menerbangkan mobil Ford Anglia tua milik ayah mereka ke jendela kamar Harry dan membawa Harry kabur.
        Harry dan Keluarga Weasley bertemu dengan Hagrid dan Hermione di Diagon Alley, selain itu Ginny, adik Ron, akan menjalani tahun pertamanya di Hogwart. Harry, Ron dan Hermione kemudian membeli keperluan sekolah bersama-sama dan bertemu dengan selebriti dunia sihir bernama Gilderoy Lockhart, yang mengumumkan bahwa dia akan mengajar di Hogwart sebagai guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Selain itu mereka juga bertemu dengan keluarga Malfoy di toko buku. Saat akan naik kereta, Harry dan Ron tidak bisa menembus Peron 9¾, karena itu keduanya kemudian terlambat sampai di Hogwart karena harus menaiki mobil Ford Anglia untuk berangkat ke sekolah, sehingga kena detensi. Tongkat Ron patah saat mobil mereka menabrak pohon besar di depan sekolah, dan harus memperbaikinya dengan selotip, karena dia tidak punya uang untuk membeli yang baru. Ketika menjalani detensi dengan Lockhart, Harry mendengar suara yang aneh dan menemukan sebuah pesan yang dituliskan di tembok dengan huruf besar-besar, yang berbunyi "Ruang Rahasia telah dibuka, Musuh atau Pewaris, berhati-hatilah".
        Professor McGonagall menjelaskan bahwa salah satu pendiri sekolah yang bernama Salazar Slytherin, diduga telah membangun ruang rahasia dan meletakkan monster yang hanya dapat dikontrol oleh Pewarisnya di dalam ruang itu, tujuannya adalah untuk membersihkan sekolah dari penyihir berdarah campuran atau tidak murni. Beberapa waktu kemudian ada anak yang diserang dan tubuhnya membeku menjadi patung. Harry dan Ron mencurigai Draco Malfoy adalah sang Pewaris Slytherin, jadi Hermione memberi ide agar keduanya menyamar sebagai anak Slytherin sehingga bisa masuk asrama mereka tanpa dicurigai. Ketiganya kemudian memakai toilet tak terpakai yang dihantui Myrtle Merana untuk membuat ramuan polijus, Harry dan Ron kemudian pergi ke asrama Slytherin dengan menyamar sebagai Crabbe dan Goyle, namun ramuan polijus tak bertahan lama dan Malfoy mulai curiga.
        Suatu hari, untuk pertama kalinya Harry berbicara dengan ular, karena hal tersebut, seluruh sekolah mencurigai bahwa Harrylah sang Pewaris. Kemudian Harry menemukan buku harian milik Tom Riddle di toilet tak terpakai. Melalui buku hariannya, Riddle membawa Harry ke dalam ingatannya lima puluh tahun yang lalu dan mengungkapkan bahwa Hagridlah yang dulu telah membuka Ruang Rahasia sehingga mengakibatkan tewasnya seorang murid perempuan. Dan tak lama kemudian Professor Dumbledore, Perdana Menteri Sihir, dan Lucius Malfoy datang untuk menangkap Hagrid dan membawanya ke Penjara Azkaban. Tapi Hagrid diam-diam memberitahu Harry dan Ron agar mereka "mengikuti para laba-laba". Harry dan Ron pun mengikuti sekumpulan laba-laba menuju Hutan Terlarang dan bertemu dengan Aragog, laba-laba terbesar, yang memberitahu bahwa Hagrid hanya dijadikan kambing hitam dan tidak bersalah. Setelah berbicara dengan Aragog, Harry dan Ron diselamatkan oleh mobil Ford Anglia sebelum mereka diserang oleh para Acromantula. Sementara itu, Dumbledore sendiri terancam akan diturunkan dari jabatan Kepala Sekolah karena para orang tua murid khawatir dengan teror dari pewaris Slytherin di Hogwart.
   Menurut buku yang ditemukan Hermione di perpustakaan, dia mengidentifikasi monster tersebut sebagai Basilisk, ular besar yang menewaskan siapapun yang melihat langsung ke matanya, dan korban yang membeku menjadi patung melihat matanya secara tidak langsung. Tak lama kemudian Ginny Weasley menghilang, dan semua orang yakin bahwa dia dibawa ke ruang rahasia, para staff sekolah meminta Lockhart untuk menyelamatkannya. Harry dan Ron menemukan Lockhart adalah seorang yang pengecut, karena alih-alih menyelamatkan Ginny, dia malah berusaha untuk melarikan diri. Setelah mengetahui dari Myrtle tempat menuju kamar rahasia (karena ternyata Myrtle adalah anak perempuan yang tewas dibunuh Basilisk lima puluh tahun yang lalu) Harry dan Ron kemudian memaksa Lockhart masuk. Tapi setelah di dalam, Lockhart malah menyerang Ron, mengambil tongkatnya dan mencoba memantrai keduanya dengan tongkat Ron yang berselotip. Tak disangka, mantra Lockhart malah berbalik mengena dirinya sendiri dan membuatnya hilang ingatan, selain itu dia juga meruntuhkan sebagian tembok, membuat Harry terkurung dalam gua.
        Harry kemudian memasuki Ruang Rahasia sendirian dan menemukan Ginny terbaring pingsan dan sekarat bersama Tom Riddle disampingnya. Harry pun menyadari bahwa Riddle-lah sang pewaris yang selama ini dicari-cari dan dia menggunakan buku diary untuk memanipulasi Ginny kemudian membuka kembali ruangan tersebut. Riddle kemudian mengungkapkan nama lengkapnya, Tom Marvolo Riddle, yang kemudian dia kreasikan menjadi anagram untuk identitas di masa depannya, "I am Lord Voldemort". Harry kemudian mencoba menentang Riddle yang sangat membela penyihir berdarah murni dan ingin memusnahkan para penyihir berdarah tidak murni atau campuran. Harry mengingatkan bahwa Dumbledore adalah orang yang bijak dan tidak mempermasalahkan darah penyihir selama mereka dapat dan mau belajar sihir. Karena dukungannya pada Dumbledore ini, Harry pun mendapat bantuan; burung phoenix Dumbledore yang bernama Fawkes terbang mendekat dengan membawa Topi Seleksi. Melihat ini, Riddle pun memanggil Basilisk. Fawkes menyerang kedua mata Basilisk dan membuatnya buta, kemudian sebuah pedang keluar dari dalam Topi Seleksi dan Harry menggunakannya untuk membunuh Basilisk, tapi sayangnya, dia terkena racun dari taring Basilisk.
        Harry mengalahkan Riddle dan membuat Ginny bangun dan sadar kembali dengan cara menusuk buku diary tersebut dengan taring basilisk. Fawkes kemudian berdiri di dekat luka Harry dan menangis disana, secara ajaib air matanya menyembuhkan luka Harry. Harry kemudian membawa Ginny, Ron dan Lockhart yang bingung karena hilang ingatan kembali ke Hogwart. Dumbledore kembali menjabat sebagai kepala sekolah dan memerintahkan agar Hagrid dikeluarkan dari penjara. Dumbledore kemudian mengungkapkan pada Harry bahwa pedang yang dipegangnya dulu milik Godric Gryffindor, dan menyatakan bahwa meski bisa berbicara dengan ular, Harry berbeda dengan Voldemort, karena dia lebih memilih asrama Gryffindor daripada asrama Slytherin. Harry menuduh Lucius Malfoy, majikan Dobby, telah menaruh diary Riddle di antara barang-barang belanjaan Ginny saat mereka bertemu di toko buku di Diagon Alley hingga buku tersebut membuat kekacauan di Hogwart. Harry memang telah diperingatkan oleh Dobby jika akan ada bahaya, karena itu Harry kemudian memperdaya Lucius agar membebaskan Dobby sebagai budaknya. Anak-anak yang membatu karena telah melihat Basilisk kemudian berhasil disembuhkan, termasuk Hermione yang bertemu kembali dengan Harry dan Ron, dan Hagrid kembali ke Hogwart.(bn)

Genre : Adventure, Family, Fantasy
Tanggal Rilis Perdana : 3 Nopember 2002
Studio : Warner Bros. Pictures
Sutradara : Chris Columbus
Produser : David Heyman
Penulis Naskah : Steve Kloves
Pemain :
Daniel Radcliffe sebagai Harry Potter
Rupert Grint sebagai Ron Weasley
Emma Watson sebagai Hermione Granger
Toby Jones sebagai Dobby
Kenneth Branagh sebagai Professor Lockhart
Richard Harris sebagai Professor Dumbledore
Jason Isaacs sebagai Lucius Malfoy
Christian Coulson sebagai Tom Marvolo Riddle
Anggaran : $100 juta
Pendapatan Box Office : $879 juta

Saturday, 22 October 2016

Harry Potter and the Philosopher's Stone

        Harry Potter memang terlihat seperti anak remaja pada umumnya dan hidup bersama keluarga pada umumnya, yaitu keluarga Dursley, yang sebenarnya tak terlalu menyukai kehadirannya di rumah mereka di Surrey, Inggris. Di ulang tahunnya yang kesebelas, seorang asing yang misterius bernama Rubeus Hagid mendatanginya dan mengungkapkan bahwa dia sebenarnya adalah seorang penyihir dan namanya juga terkenal di Dunia Sihir karena Harry bertahan hidup dari serangan Lord Voldemort yang jahat saat dia masih bayi. Voldemort membunuh kedua orang tua Harry, tapi serangannya ke Harry malah terpantul, hanya meninggalkan sebuah bekas luka berbentuk sambaran kilat di dahi Harry dan membuat Voldemort kehilangan kekuatannya. Saat ini Voldemort dinyatakan telah hilang dari Dunia Sihir, namun tidak pernah dinyatakan tewas. Selain itu, Hagrid juga memberitahu Harry bahwa dia telah diundang untuk bersekolah di Sekolah Sihir Hogwart. Setelah membeli peralatan sekolahnya di sebuah jalan yang tersembunyi bernama Diagon Alley di London, Harry menaiki kereta menuju Hogwarts lewat Peron 9¾ yang tersembunyi di Stasiun Kings Cross.
        Di kereta, Harry bertemu Ron Weasley, yang keluarga besarnya berasal dari penyihir berdarah murni, dam Hermione Granger, yang kedua orangtuanya bukan penyihir. Sesampainya di Hogwart, Harry dan seluruh anak kelas satu di seleksi untuk memasuki empat buah asrama: Gryffindor, Hufflepuff, Ravenclaw, dan Slytherin. Karena reputasi Slytherin yang terkenal sebagai asrama yang melahirkan banyak penyihir hitam, Harry membujuk Topi Seleksi agar tidak menempatkannya di Slytherin. Harry kemudian masuk ke Gryffindor bersama Ron dan Hermione. Seluruh kakak Ron juga anak Gryffindor; diantaranya si kembar jahil Fred dan George, Percy sang prefect, Charlie yang sekarang bekerja meneliti naga di Rumania, dan Bill yang sekarang bekerja di Bank Gringott.
        Di Hogwart Harry mulai belajar sihir dan menemukan banyak cerita tentang masa lalunya dan orang tuanya. Di dunia sihir juga terdapat olahraga bernama Quidditch yang seluruh pemainnya terbang menggunakan sapu, dan Harry direkrut untuk masuk Tim Quidditch Gryffindor sebagai seeker, seperti ayahnya dulu. Suatu malam, Harry, Ron dan Hermione bertemu dengan anjing berkepala tiga yang sangat besar bernama Fluffy di area terlarang di gedung sekolah. Mereka kemudian mendapatkan informasi bahwa Fluffy menjaga Batu Bertuah / Philosopher's Stone, yaitu batu yang dapat membuat pemiliknya hidup abadi. Karena ditemukan sering berkeliaran saat jam tidur, Harry, Ron, Hermione dan Draco Malfoy dihukum pergi ke Hutan Terlarang untuk membantu Hagrid merawat unicorn yang terluka. Disana, Harry dan Malfoy kebetulan bertemu dengan guru ramuan mereka yang kejam, Severus Snape. Harry menyimpulkan bahwa Snape ingin mencuri batu tersebut untuk membantu Voldemort agar kembali ke wujud manusianya.
        Setelah mendengar dari Hagrid bahwa Fluffy akan tertidur jika dimainkan sebuah musik, Harry, Ron dan Hermione memutuskan untuk menyelamatkan batu bertuah sebelum Snape mengambilnya. Mereka menghadapi beberapa rintangan yang dibuat oleh para guru untuk menjaga batu tersebut, termasuk tanaman mematikan yang bernama Jerat Setan, menaiki sapu untuk menangkap kunci terbang dan memenangkan permainan catur berbahaya yang bidaknya hidup dan dapat menusuk bidak lain yang kalah.
        Di rintangan terakhir, kepala sekolah mereka, Proffesor Dumbledore, menyembunyikan batu bertuahnya di sebuah cermin sihir, dan disana Harry menemukan bahwa sebenarnya, Professor Quirrell, guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitamlah yang selama ini mencoba untuk mencuri batunya, dan Snape selama ini ternyata berusaha melindungi Harry. Quirrell membuka turbannya dan memperlihatkan Voldemort yang hidup di belakang kepalanya. Rintangan terakhir adalah Cermin Tarsah, yang hanya memperlihatkan hasrat terdalam orang yang berkaca. Saat Harry berkaca, Harry melihat dirinya mengambil batu bertuah dari saku celananya, dan menyadari bahwa cerminnya akan memberikan batu bertuah hanya pada orang yang tidak ingin menguasainya, trik yang digunakan Dumbledore untuk melindungi batu. Voldemort membujuk Harry untuk memberikan batu padanya dengan janji akan menghidupkan orang tuanya kembali, tapi Harry menolaknya. Quirrell berusaha untuk membunuh Harry tapi saat tangannya menyentuh Harry, kedua tangannya terbakar dan berubah menjadi abu. Menyadari hal ini, Harry hanya perlu memegang wajah Quirrell dan seluruh tubuhnya berubah menjadi abu dan menghilang. Jiwa Voldemort yang belum mati kemudian merasuki tubuh Harry dan membuatnya pingsan sebelum melarikan diri.
        Harry terbangun keesokan harinya di ruang rumah sakit di sekolah dengan Proffesor Dumbledore ada disebelahnya, yang menjelaskan bahwa batu bertuahnya telah dihancurkan dan selain Ron yang hampir tewas saat bertanding dengan catur sihir, semuanya baik-baik saja. Dumbledore juga menjelaskan penyebab Quirrell terbakar hingga menjadi abu setiap kali dia menyentuh Harry adalah karena ketika ibunya meninggal saat menyelamatkan Harry, kematiannya memberikan sihir yang lain pada Harry, yaitu perlindungan kasih sayang dan cinta yang dapat melawan Voldemort. Poin asrama mereka kemudian menjadi naik setelah para guru memberikan penghargaan pada Harry, Ron dan Hermione atas prestasi heroik mereka, dan Neville Longbottom juga dihargai poin atas keberaniannya membela ketiga temannya, karenanya Gryffindor memenangkan Piala Asrama. Sebelum Harry dan seluruh murid pulang untuk liburan musim panas, Harry menyadari bahwa Hogwartlah rumahnya yang sebenarnya.(bn)

Genre : Adventure, Family, Fantasy
Tanggal Rilis Perdana : 4 Nopember 2001
Studio : Warner Bros. Pictures
Sutradara : Chris Columbus
Produser : David Heyman
Penulis Naskah : Steve Kloves
Pemain :
Daniel Radcliffe sebagai Harry Potter
Rupert Grint sebagai Ron Weasley
Emma Watson sebagai Hermione Granger
Richard Harris sebagai Professor Dumbledore
Ian Hart sebagai Professor Quirrell / Voldemort
Robbie Coltrane sebagai Rubeus Hagrid
Anggaran : $125 juta
Pendapatan Box Office : $974.8 juta

Friday, 21 October 2016

Star Wars: Episode I - The Phantom Menace

        Kanselir Tertinggi Valorum, pemimpin Republik Galactic, mengirim Master Jedi, Qui-Gon Jinn, dan muridnya, Obi-Wan Kenobi, untuk bernegosiasi dengan pemimpin Trade Federation agar menghentikan kapal perang yang memblokir Planet Naboo. Darth Sidious, Sang Sith Lord dan penasihat rahasia Trade Federation memerintahkan pemimpin Federation, Viceroy Nute Gunray, untuk membunuh kedua Jedi dan menyerang Naboo dengan pasukan droid. Sementara para Jedi melarikan diri dari Naboo, Qui-Gon membantu orang buangan dari Gungan bernama Jar Jar Binks, yang hampir tewas selama penyerangan. Merasa berhutang budi, Jar Jar membawa para Jedi bersembunyi ke kota Gungan yang ada di bawah air. Para Jedi tidak berhasil mengajak pemimpin Gungan, Boss Nass, untuk membantu masyarakat Naboo, tapi mereka setuju untuk meminjamkan alat transportasi yang akan membawa mereka ke daratan Theed, ibukota Naboo. Qui-Gon, Obi-Wan dan Jar Jar kemudian menyelamatkan Ratu Amidala, pemimpin masyarakat Naboo, dan melarikan diri dengan kapal Ratu, yang kemudian rusak saat mereka melewati blokiran Federation.
        Kapal Amidala tidak dapat meneruskan perjalanannya tanpa hyperdrive dan terpaksa mendarat untuk perbaikan di Planet gurun bernama Tatooine. Qui-Gon, Jar Jar, robot droid R2-D2, dan Amidala (yang menyamar sebagai padme, pelayannya) pergi ke pemukiman di Mos Espa untuk membeli suku cadang baru di toko barang bekas. Sang pemilik toko yang bernama Watto memiliki budak berumur sembilan tahun bernama Anakin Skywalker, yang ternyata adalah seorang pilot berbakat dan ahli mesin, Anakin telah berhasil menciptakan droid eksperimen yang bernama C-3PO. Qui-Gon merasa adanya Force, kekuatan untuk mengendalikan segala sesuatu, yang kuat dalam diri Anakin dan yakin bahwa anak kecil itu adalah "satu-satunya yang terpilih" sebagai Jedi yang akan membawa keseimbangan dalam Force, sesuai dengan yang dinyatakan dalam suatu ramalan. Qui-Gon bertaruh melawan Watto untuk membeli kebebasan Anakin di sebuah balapan kapal pod, dan Anakin pun menang. Anakin kemudian ikut Qui-Gon pergi untuk dilatih menjadi Jedi dan meninggalkan ibunya, Shmi Skywalker. Beberapa langkah sebelum sampai di kapal mereka, Qui-Gon berduel dengan Darth Maul, murid Darth Sidious, yang dikirim untuk menangkap Amidala.
        Para Jedi kemudian mengawal Amidala ke Coruscant, ibukota planet Republik, sehingga sang Ratu Naboo dapat meminta bantuan pada Kanselir Valorum dan Senat Galactic untuk membebaskan masyarakatnya. Di tempat lain, Qui-Gon meminta ijin Dewan Jedi untuk melatih Anakin sebagai Jedi, namun para Dewan menolaknya, khawatir Anakin akan mudah terkena aliran hitam. Tapi Qui-Gon memutuskan untuk tetap melatih dan menjadikan Anakin sebagai muridnya. Sementara itu, Senator Naboo yang bernama Palpatine, membujuk Amidala  untuk membuat vote yang isinya tidak mempercayai Valorum dan memilih kanselir lain yang lebih mampu menyelesaikan krisis di Naboo. Meskipun terpaksa harus membuat vote, Amidala menjadi frustrasi dengan korupsi yang terjadi di Senat dan memutuskan untuk kembali ke Naboo, dengan kedua Jedi mengawalnya.
        Di Naboo, Padme mengungkapkan dirinya pada masyarakat Gungan sebagai Ratu Amidala dan meyakinkan mereka untuk bekerjasama melawan Trade Federation. Jar Jar memimpin rakyatnya untuk berperang melawan pasukan droid sementara Padme memimpin anak buahnya menangkap Gunray di Theed. Di tempat penyimpanan kapal luar angkasa, Anakin memasuki salah satu pesawat tempur kosong dan tidak sengaja menekan tombol autopilot, sehingga dia bergabung dengan pertempuran melawan pesawat induk pengontrol droid Federation di luar angkasa. Anakin masuk ke kapal induk dan menghancurkannya dari dalam, menbuat pasukan droid jadi tidak aktif. Sementara itu, Qui-Gon dan Obi-Wan bertempur melawan Darth Maul, yang berhasil menusuk Qui-Gon sebelum dibelah menjadi dua oleh Obi-Wan. Sebelum mati, Qui-Gon berpesan pada Obi-Wan untuk melatih Anakin hingga dia menjadi Jedi. Tak lama kemudian, Palpatine terpilih sebagai Kanselor Tertinggi yang baru dan Gunray ditangkap. Dewan Jedi mempromosikan Obi-Wan naik ke tingkat Ksatria Jedi dan dengan enggan memberi ijin agar Anakin menjadi muridnya. Di upacara perayaan kebebasan planet Naboo, Padme memberikan hadiah atas apresiasi dan persahabatan yang diberikan rakyat Gungan.(bn)

Genre : Action, Adventure, Fantasy
Tanggal Rilis Perdana : 16 Mei 1999
Studio : 20th Century Fox
Sutradara : George Lucas
Produser : Rick McCallum
Penulis Naskah : George Lucas
Pemain :
Liam Neeson sebagai Qui-Gon Jinn
Ewan McGregor sebagai Obi-Wan Kenobi
Natalie Portman sebagai Queen Amidala / Padmé
Jake Lloyd sebagai Anakin Skywalker
Pernilla August sebagai Shmi Skywalker
Ahmed Best sebagai Jar Jar Binks
Anggaran : $115 juta
Pendapatan Box Office : $1.027 milyar

Thursday, 20 October 2016

Toy Story 3


        Andy yang sekarang berumur 17 tahun, akan pergi dari rumah untuk kuliah, dan mainannya sudah tidak lagi dimainkan selama bertahun-tahun. Andy berniat hanya membawa Woody saja ke asrama kampusnya, dan menaruh mainan lain yang diantaranya, Buzz Lightyear, Jessie, Bullseye, pasangan Potato Head, Rex sang tyrannosaurus, Slinky Dog, Hamm si celengan babi dan tiga makhluk alien bermata tiga di sebuah kantung plastik untuk disimpan di loteng. Ibu Andy mengira kantung plastik tersebut sampah dan menaruhnya di dekat tong di depan rumah agar diambil truk sampah. Para mainan kabur dari kantung plastik tersebut, yakin bahwa Andy sengaja membuang mereka, hingga memutuskan untuk bergabung bersama Barbie masuk kotak yang akan disumbangkan ke Penitipan Anak Sunnyside. Woody mengikuti mereka, tapi tidak mampu membuat mereka percaya bahwa mereka telah salah paham pada Andy.
        Para mainan Andy diterima dengan tangan terbuka oleh mainan lain yang jumlahnya sangat banyak di Sunnyside, kemudian beberapa mainan yang sepertinya pemimpin di tempat itu, diantaranya beruang Lots-O'-Huggin' / Lotso, Big Baby, dan Ken mengajak mereka melihat-lihat taman bermain yang ceria dan penuh warna. Para mainan Andy memilih untuk menetap disana kecuali Woody, yang berusaha untuk kembali ke Andy, tapi diperjalanan dia malah dipungut oleh Bonnie, salah satu murid Sunnyside. Bonny membawa Woody pulang dan bermain dengannya bersama mainan Bonnie lainnya, yang dirawat dengan baik. Sementara itu di Sunnyside, kelompok anak-anak yang lebih kecil memperlakukan mainan Andy dengan kasar.
        Setelah anak-anak pulang, Buzz mencari Lotso untuk memintanya memasukkan mereka ke ruang kelas untuk anak-anak yeng lebih besar, yang cara bermainnya tidak terlalu kasar, tapi Lotso, yang telah mengontrol seluruh mainan di Sunnyside dengan gaya perkemahan militer, menolak permintaan Buzz, menjelaskan bahwa mainan baru harus mengorbankan diri mereka ke anak-anak yang lebih kecil untuk melindungi mainan yang lama, tak peduli betapa rusak atau menderitanya mainan baru tersebut. Melihat bahwa Buzz bisa dimanfaatkan, Lotso kemudian mengubah kepribadiannya ke versi pasukan ruang angkasa yang original. Sementara itu, Nyonya Potato Head, yang sebelah matanya tertinggal di kamar Andy, melihat Andy sedang mencari kantung plastik yang berisi mainannya dan menyadari bahwa Woody telah mengatakan yang sebenarnya. Sayangnya, sebelum mereka bisa beranjak dari sana, geng Lotso menangkap dan memenjarakan mereka dengan bantuan Buzz.
        Di rumah Bonnie, boneka badut bernama Chuckles bercerita pada Woody, bahwa dia, Lotso dan Big Baby dulu adalah milik Daisy. Suatu hari, saat Daisy dan keluarganya piknik, ketiga mainan itu tak sengaja tertinggal karena Daisy tertidur saat pulang. Ketika mereka bertiga telah menemukan jalan pulang setelah berhari-hari, Lotso melihat dari jendela bahwa Daisy telah memiliki Beruang Lotso yang baru, hal itu membuat Lotso menjadi sakit hati dan mengajak mereka meninggalkan Daisy.
        Woody kemudian kembali ke Sunnyside dan bertemu dengan mainan Telepon Chatter yang memberitahunya bahwa hanya ada satu jalan untuk keluar dari tempat penitipan anak tersebut, yaitu melewati pembuangan sampah. Si telepon mainan kemudian berunding dengan para mainan Andy dan mulai merencanakan pelarian mereka dari Sunnyside. Malam itu, para mainan berhasil mengawali rencana mereka untuk kabur dan tak sengaja menyeting ulang Buzz versi Spanyol alih-alih mengembalikan Buzz yang lama. Buzz memang langsung berteman dengan Woody, tapi dia juga jatuh cinta pada Jessie pada pandangan pertama. Woody dan teman-teman berhasil sampai ke pembuangan sampah, tapi disudutkan oleh Lotso dan gengnya. Ketika truk sampah hampir tiba, Woody mengungkapkan pada Big Baby bahwa sebenarnya Daisy hanya mengganti Lotso saja dan memberikan tanda nama Daisy milik Big Baby, tapi Lotso yang mendengar hal ini tiba-tiba marah dan menghancurkan tanda nama itu, membuat Big Baby jadi marah padanya dan melemparkannya ke tempat sampah. Sayangnya sebelum jatuh, Lotso sempat menyambar kaki Woody, dan seluruh mainan Andy akhirnya terbawa truk sampah saat mereka berusaha menolong Woody. Saat terjatuh, tubuh Buzz terhantam hingga membuat ingatan dan kepribadian normalnya kembali.
        Truk itu membuang para mainan di tempat pembuangan sampah terakhir dan ketiga alien langsung bermain-main dengan traktor, sementara itu mainan yang lain dibawa menuju peleburan sampah dengan pembakaran bersuhu tinggi. Woody dan Buzz menolong Lotso meraih tombol stop, tapi saat sampai di atas, Lotso dengan licik malah meninggalkan mereka. Saat mereka telah dekat sekali dengan pembakaran, para mainan telah pasrah menyerahkan nasib pada takdir, dan tiba-tiba ketiga alien muncul mengambil mereka semua dengan lengan traktor dan semuanya pun selamat. Tak jauh dari sana, Lotso dipungut oleh seorang sopir truk dan mengikatnya di depan truk bersama boneka yang lain sebagai teman perjalanan. Woody dan teman-temannya menaiki truk sampah lain dan kembali ke rumah Andy.
        Di kamar Andy, Woody kembali masuk ke kotak yang akan dibawa Andy ke kampus, sementara para mainan lain masuk ke kotak bertuliskan loteng. Namun, setelah melihat perpisahan Andy dengan ibunya, Woody menjadi sadar bahwa Andy tidak bisa selamanya menjadi anak-anak, karena itu kemudian Woody memiliki gagasan agar Andy membawa seluruh mainannya untuk diserahkan pada Bonnie, seorang gadis kecil yang Woody kenal sangat menyayangi mainannya dan merawatnya dengan baik. Karena itu, Andy terkejut saat melihat Woody ada di bagian paling bawah diantara mainannya yang lain, padahal dia ingat telah menaruh Woody di kotak kampusnya. Tapi janji Bonnie membuat Andy rela melepaskan Woody, setelah Andy dan Bonnie bermain bersama di halaman, Woody dan teman-temannya melihat kepergian Andy sebelum memulai hidup baru mereka bersama Bonnie. Sementara itu, Barbie, Ken dan Big Baby telah membuat banyak perbaikan di Sunnyside dan mereka tetap berhubungan dengan Woody dan kawan-kawan lewat surat yang dibawa Bonnie saat pulang atau pergi ke sekolah.(bn)

Genre : Animation, Adventure, Comedy
Tanggal Rilis Perdana : 12 Juni 2010
Studio : Walt Disney Motion Pictures
Sutradara : Lee Unkrich
Produser : Darla K. Anderson
Penulis Naskah : Michael Arndt
Pengisi Suara :
Tom Hanks sebagai Woody
Tim Allen sebagai Buzz Lightyear
Joan Cusack sebagai Jessie
Ned Beatty sebagai Lotso
Michael Keaton sebagai Ken
John Morris sebagai Andy Davis
Anggaran : $200 juta
Pendapatan Box Office : $1.067 milyar

Wednesday, 19 October 2016

Self/less

        Pebisnis dan milyuner bernama Damian Hale adalah seorang bos besar yang memiliki segalanya yang dia inginkan, sampai dia didiagnosa memiliki penyakit kanker. Saat ini di ranjang menunggu kematiannya, Damian mendapati sebuah kartu nama milik Professor Albright, yang memberitahunya tentang prosedur pengobatan radikal yang bernama "shedding" / pergantian, dimana kesadaran seseorang ditransfer ke tubuh manusia dewasa yang sehat. Damian memutuskan untuk menjalani prosedur tersebut dan mengumumkan ke masyarakat tentang kematiannya. Albright kemudian mentransfernya ke tubuh baru dan meresepkan pengobatan untuk mengurangi halusinasinya yang terasa sangat jelas, Albright menyatakan bahwa halusinasi itu adalah efek samping dari prosedur pengobatan.
        Setelah beberapa waktu menjalani pelatihan untuk mengadaptasi diri, Damian memulai hidup barunya di New Orleans dengan nama Edward Kidner dan dengan cepat berteman dengan tetangganya, Anton. Namun, saat dia lupa untuk minum obatnya, Damian kemudian mengalami halusinasi yang lebih parah tentang seorang wanita dan anak kecil. Ketika Damian bekonsultasi dengan Albright tentang hal ini, Albright malah menganggapnya bukan masalah yang penting, tapi kemudian dengan tidak sengaja Albright mengungkapkan bahwa dia mengetahui rincian halusinasi yang tidak diceritakan Edward. Albright menyarankan Damian untuk pindah ke Hawaii untuk pergantian suasana, tapi Damian yang yakin bahwa halusinasi itu lebih seperti kenangan, kemudian mencari tahu tentang bangunan yang dia lihat dalam halusinasinya dan malah pergi ke St. Louis untuk mencari bangunan tersebut.
        Di sebuah rumah pertanian di wilayah St. Louis, Damian bertemu dengan seorang wanita bernama Madeline yang mengenalinya sebagai Mark, suaminya yang telah meninggal. Damian kemudian mengetahui dengan ngeri, bahwa tubuh yang dia pakai sekarang adalah milik seorang pria yang menjual dirinya ke Albright agar mendapatkan uang yang dia butuhkan untuk mengobati anak perempuannya yang bernama Anna. Namun, tak lama setelah sampai di rumah, Damian dan Madeline diserang oleh anak buah Albright, dipimpin oleh Anton, tetangganya di New Orleans yang ternyata bekerja untuk Albright. Damian berusaha melawan dan membuat Anton terluka, kemudian memubnuh anak buahnya yang lain. Damian bersama Madeline menjemput Anna di sekolah kemudian melarikan diri. 
        Saat beristirahat di sebuah motel, Damian yang kehabisan obat, mencoba menyelidiki proses "shedding" di internet dan menemukan seorang tua yang sedang sakit bernama Dr. Francis Jensen, yang sekarang telah meninggal, adalah orang pertama yang pernah menggunakan percobaan "transhumanism". Dalam video yang menayangkan wawancara dengan Jensen, Damian mengenali mimik muka yang biasanya ada pada wajah Albright. Ketika Damian melihat di video itu, Albright yang masih muda duduk disebelah Jensen sebagai asisten, maka terungkaplah bahwa selama ini Jensen memindah kesadarannya pada tubuh Albright. Damian kemudian menemui istri Jensen, yang ternyata sakit Alzheimer, sehingga tak dapat mengungkapkan apapun tentang penelitiannya, tiba-tiba Albright datang menemui istrinya sehingga tanpa sengaja juga bertemu Damian disana. Albright mengatakan bahwa obat yang dia berikan nantinya akan menghilangkan halusinasinya, dan kepribadian "Mark" dalam tubuhnya juga akan hilang, tapi jika dia tidak minum obatnya, Mark akan mendapatkan tubuhnya kembali dan Damian akan menghilang dan terlupakan oleh pikirannya.
        Saat melarikan diri, Madeline curiga bahwa Damian bukanlah suaminya karena dia tidak ingat hal-hal pribadi seperti hari ulang tahun dan sebagainya, karena itu Damian akhirnya menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Madeline. Ketiganya kemudian mencari perlindungan di rumah teman Damian yang bernama Martin, disana Damian mengetahui bahwa Martin juga melakukan "shedding" pada anak lelakinya yang telah meninggal dua tahun yang lalu. Selama ini ternyata Martin menganggap bahwa tubuh yang dipakai oleh anaknya itu dibuat di laboratorium, setelah Damian dan Madeline memberitahu bahwa tubuh yang dipakai anaknya adalah tubuh anak orang lain, Martin menjadi sangat terkejut dan menyesali apa yang telah diperbuatnya pada anaknya. Meski demikian, Martin terlanjur mengadukan keberadaan Damian pada Albright dan sebelum anak buah Albright datang, mereka berjanji untuk bertemu lagi di tempat yang ditentukan. Martin membawa Madeline dan Anna bersembunyi, sementara Damian pergi untuk mengalihkan perhatian Anton. Setelah Damian dikejar-kejar oleh Anton dan anak buahnya di jalan hingga hampir menewaskan Anton, dia pergi ke tempat dimana mereka berjanji untuk bertemu dan ternyata Martin datang sendiri, mengatakan bahwa Madeline dan anaknya telah tertangkap.
        Damian dibawa Martin ke sebuah penginapan dan dia berhenti meminum obatnya, berusaha agar memiliki sedikit ingatan Mark, berharap ingatan itu akan menuntunnya ke Albright. Hal itu berhasil, Damian pergi ke lab Albright di sebuah gudang yang ditinggalkan. Disana, Albright menangkapnya dan berusaha untuk memasukkan kesadaran Anton ketubuh Mark, tapi Damian ingat bahwa logam menghalangi proses "shedding", maka dia mengulum sebuah selongsong peluru di mulutnya, sehingga menyabotase prosedur dan menewaskan Anton dalam prosesnya. Damian kemudian menyelamatkan Madeline dan Anna, dan membunuh Albright dengan penyemprot api. Damian mengusahakan pelarian untuk Madeline dan Anna, kemudian bertemu dengan Claire, anaknya yang hubungannya tak terlalu dekat, untuk yang terakhir kalinya. Damian kemudian berhenti meminum obatnya dan meninggal dengan tenang. Mark yang "asli" terbangun di suatu pagi dan melihat video ucapan terimakasih yang telah dibuat oleh Damian. Mark akhirnya pergi untuk bertemu kembali dengan istri dan anaknya.(bn)

Genre : Science Fiction, Action
Tanggal Rilis Perdana :  10 Juli 2015
Studio : Focus Features, Gramercy Pictures
Sutradara : Tarsem Singh
Produser :
Ram Bergman
Peter Schlessel
James D. Stern
Penulis Naskah : David Pastor, Alex Pastor
Pemain :
Ryan Reynolds sebagai Mark Caguioa / Pengganti Damian Hale
Ben Kingsley sebagai Damian Hale Tua
Matthew Goode sebagai Professor Albright
Natalie Martinez sebagai Madeline Caguioa
Victor Garber sebagai Martin O'Neill
Michelle Dockery sebagai Claire Hale
Anggaran : $26 juta
Pendapatan Box Office : $30.5 juta


Tuesday, 18 October 2016

Nerve

        Venus Delmonico / Vee akan lulus SMA tahun ini, hari itu dia mendapatkan email dari California Institute of the Arts yang meminta konfirmasinya untuk mendaftar. Vee sebenarnya ingin sekali pergi kuliah jauh dari rumahnya di Staten Island, tapi dia takut untuk mengatakan pendaftaran yang telah diajukannya pada ibunya. Karena ibunya, Nancy Delmonico, berharap Vee akan masuk ke kampus lokal yang lebih murah saja, sehingga mereka masih bisa bertemu setiap malam, ibunya masih bersedih atas kematian kakaknya. Saat ini Vee sedang menyukai seorang cowok anggota salah satu tim olahraga di sekolahnya, yang bernama JP. Setiap waktu, Vee yang suka fotografi, diam-diam mengambil foto JP, selain itu dia juga sering menguntit JP lewat internet.
        Sementara itu, sahabat Vee yang bernama Sydney, menjadi populer di Nerve, yaitu sebuah reality game dimana orang-orang mendaftar secara online sebagai player atau membayar sebagai watcher. Para player menerima tantangan dari para watcher, kemudian menerima uang yang langsung masuk ke akun banknya atas tantangan yang berhasil dia lakukan. Suatu siang di kantin, Sydney dan Vee beradu argumen tentang betapa hidup Vee selama ini sangat monoton dan jauh dari resiko, sementara hidup Sydney lebih seru dan berani. Karena Vee membantah bahwa dia adalah penakut, maka Sydney kemudian menyuruhnya untuk menyatakan cintanya pada JP. Nyali Vee jadi ciut, maka Sydney pun pergi ke JP untuk mengatakannya langsung. Karena hal ini, keduanya pun kemudian bertengkar. Setelah Vee sampai di rumah, dia mendaftarkan dirinya di Nerve sebagai player.
        Game tersebut mengambil semua data pribadi Vee, termasuk informasi akun bank, dan menjelaskan tentang peraturan dalam game, diantaranya: semua tantangan harus direkam di telepon player, uang yang telah didapatkan akan ditarik kembali jika player gagal atau mengundurkan diri dari tantangan, dan player tidak boleh melaporkan game tersebut pada pihak yang berwenang. Sebagai tambahan, dua player teratas yang paling banyak ditonton, akan didatangi oleh para watcher untuk bertanding menerima tantangan terakhir di putaran final. Vee dibantu Tommy, temannya yang ahli meretas internet, dalam merekam tantangannya. Tantangan pertamanya adalah mencium orang asing selama lima detik yang ada di sebuah restoran. Vee kemudian memilih Ian untuk dicium, Ian terpilih karena saat itu dia sedang membaca buku favoritnya yang berjudul To the Lighthouse. Ian mengungkapkan bahwa dia juga seorang player Nerve. Para watcher menantang Ian untuk mengajak Vee ke kota, karena mereka menyukai keduanya sebagai pasangan. Vee pun menerima tantangannya dan pergi bersama Ian sementara Tommy diam-diam mengikuti mereka dan mendaftar sebagai watcher.
        Ian dan Vee selanjutnya menerima berbagai tantangan, diantaranya mencoba baju mahal di pertokoan mewah, keluar dari toko tanpa busana, Ian mengendarai sepeda motor dengan mata tertutup sementara Vee yang mengarahkannya, hingga tato tubuh untuk Vee, dan ribuan dolar masuk ke akun bank mereka, membuat ibu Vee bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Vee juga memiliki banyak penonton, lebih unggul dari Sydney, sehingga membuatnya iri. Sydney sendiri gagal melakukan tantangan untuk menyeberang dua buah gedung yang tingginya sepuluh lantai dengan menggunakan tangga tanpa pengaman. Sementara itu, Ian diam-diam mendapatkan tantangan untuk mengajak Vee mendatangi pesta di tempat Sydney, untuk mempertemukan keduanya. Sesampainya di pesta, Vee menemukan Sydney sedang bermesraan dengan JP dan keduanya pun mulai kembali bertengkar. Untuk membuktikan bahwa dia bukanlah orang penakut seperti yang dituduhkan Sydney, Vee menerima tantangan untuk menyelesaikan menyeberang gedung dengan tangga dan berhasil. Namun sesampainya di seberang, Tommy mengungkapkan padanya bahwa sebenarnya Ian menerima tantangan untuk membawanya ke pesta itu dan mempertemukannya dengan Sydney agar mereka bisa bertengkar di depan watcher. Mendengar hal ini, Vee sangat marah dan memutuskan untuk melaporkan game tersebut ke polisi. Tapi polisi yang Vee temui di jalan tak melakukan apapun, dan seluruh uang yang ada di akun Vee langsung menghilang. Salah satu player dengan peringkat tinggi yang bernama Ty kemudian datang memukulnya hingga pingsan, agar Vee tidak masuk ke putaran final.
        Ketika Vee bangun dan bertemu dengan Ian, dia mengaku pada Vee bahwa setahun yang lalu ketika Ian dan Ty menjadi player Nerve, salah satu teman mereka yang bernama Robby jatuh dari ketinggian dan tewas ketika mereka bertiga menerima tantangan untuk bergantungan di atas gedung. Ian dan Ty kemudian melaporkan game tersebut ke pihak berwajib, yang tidak melakukan apapun dan berdalih bahwa itu semua hanya kecelakaan. Selain itu, Ian dan Ty kehilangan seluruh uang mereka, identitas dan keluarga mereka, dan tiba-tiba saja menjadi ketegori ketiga dalam game, yaitu tawanan. Sebagai tawanan, keduanya tidak memiliki pilihan untuk menolak tantangan dan hanya bisa menyelamatkan hidup mereka dengan memenangkan putaran final. Karena itu, Ian memutuskan untuk mengalah demi Vee di final untuk menyelamatkan hidup Vee. Tak lama kemudian, Vee bertemu dengan Tommy dan Sydney, yang telah menyesali pertengkarannya dengan Vee dan berbaikan kembali. Ketiganya kemudian berencana untuk menghentikan game tersebut dengan cara lain. Tommy mendatangi temannya yang bernama Azhar untuk meminta bantuan membuka kode sumber Nerve.
        Di final, Ian dan Vee bertemu di sebuah lapangan yang penuh dengan watcher yang memakai topeng, keduanya ditantang untuk saling menembak dengan pistol. Ian memaksa agar Vee menembaknya di tempat yang tidak fatal, tapi Vee menolak. Ty yang ada di peringkat ketiga kemudian datang dan menawarkan untuk menembak Ian sendiri. Melihat salah satu dari mereka harus mati dan yang lain jadi pembunuh, Vee menuduh para watcher sebagai orang-orang yang pengecut, bersembunyi di balik topeng dan nama anonim sementara mereka mengharapkan orang lain menunjukkan "nerve" / keberanian. Vee menghalangi tubuh Ian agar tidak ditembak dan menyarankan agar Ty menembak dia saja. Maka dimulailah vote untuk para watcher, mereka diberi pertanyaan apakah mereka setuju jika Ty menembak Vee. Mayoritas watcher memilih setuju dan Ty pun menembak Vee tanpa menunggu lama. Untungnya, atas peretasan yang dilakukan Tommy dan Azhar, seluruh watcher yang memilih setuju telah diganti nama anonimnya dengan nama asli dan mendapat pesan di telepon mereka masing-masing yang isinya "Anda telah membantu sebuah pembunuhan". Pesan tersebut juga mendorong mereka untuk Sign out. Merasa mereka mungkin akan dituduh sebagai pembunuh, ribuan watcher Nerve kemudian Sign out dari game dan pergi dari lapangan sementara Ian menangisi Vee. Tapi ketika Ian mengarahkan pistolnya ke Ty, Vee tiba-tiba bangun dan menghentikannya. Vee mengungkapkan bahwa dia dan Ty telah berkomplot mengakali game tersebut, dengan bantuan Sydney mereka berakting membunuh, lengkap dengan darah palsu dan pistol kosong.
        Paginya, Ian dan Vee berbicara berdua dan menganggap kencan pertama mereka sangat aneh. Beberapa waktu kemudian, Vee dan ibunya dengan senang hati menerima pendaftarannya di California Institute of the Arts sejak mereka sekarang memiliki uang lebih, Karena Tommy dan teman-teman peretasnya menemukan jalan untuk mengambil kembali uang mereka, termasuk uang Vee saat menyelesaikan tantangan di game Nerve. Di akhir cerita, Vee lulus kuliah, pindah ke California, dan tetap berhubungan dekat dengan kekasihnya, Ian, dan para sahabatnya.(bn)

Genre : Adventure, Crime, Thriller
Tanggal Rilis Perdana : 12 Juli 2016
Studio : Lionsgate
Sutradara : Henry Joost, Ariel Schulman
Produser : Allison Shearmur
Penulis Naskah : Henry Joost, Ariel Schulman
Berdasarkan Novel : Jeanne Ryan
Pemain :
Emma Roberts sebagai Vee
Dave Franco sebagai Ian
Emily Meade sebagai Sydney
Miles Heizer sebagai Tommy
Machine Gun Kelly sebagai Ty
Juliette Lewis sebagai Nancy
Anggaran : $20 juta
Pendapatan Box Office : $79.4 juta