Monday, 11 April 2016

Kung Fu Panda 3

        Di Alam Roh, Master Oogway (Randall Duk Kim) bertarung melawan musuhnya, Kai (J.K. Simmons), seorang pendekar keji yang telah mengalahkan para master kung fu di dunia roh dan mengambil chi mereka, kemudian menaruhnya di sebuah batu giok kecil. Kai berhasil mengalahkan Oogway dan mencuri chi-nya, meski sebelumnya, Oogway telah memperingatkan Kai bahwa Po (Jack Black), sang Pendekar Naga, akan menghentikannya. Kai menganggap ini sebagai sebuah tantangan untuk mencuri chi milik Pendekar Naga sendiri dan berencana akan kembali ke dunia fana menggunakan chi milik para master. Sementara itu, Master Shifu (Dustin Hoffman) mengumumkan bahwa dia telah berhenti mengajar, karena akan memulai berlatih menjadi master chi selama 30 tahun kedepan dan memberikan tempatnya sebagai guru kepada Po. Awalnya, Po sangat bersemangat mengajar, tapi kemudian dia menyadari bahwa mengajar Kung Fu tidaklah semudah yang dia kira, karena para muridnya, yaitu anggota Furious Five; Tigress (Angelina Jolie), Crane (David Cross), Mantis (Seth Rogen), Viper (Lucy Liu) dan Monkey (Jackie Chan) terluka karena mengikuti ajarannya. Po menjadi kehilangan kepercayaan diri sebagai guru, yang kemudian menjadikannya bertanya-tanya apakah dia memang sang Pendekar Naga. Shifu memberinya saran; daripada mencoba menjadi guru, Po harus mencoba menjadi dirinya sendiri.
     Ketika Po pulang kerumah ayah angkatnya, Mr. Ping (James Hong), yang membuka warung mie, Po mendapati ada seekor Panda bernama Li Shan (Bryan Cranston) yang berhasil mengalahkan rekornya makan bakpau. Mereka kemudian menyadari bahwa keduanya adalah ayah dan anak, hal tersebut membuat Ping menjadi cemburu. Setelah Po memperkenalkan ayah kandungnya kepada Shifu dan teman-temannya, tiba-tiba saja desa mereka diserang oleh patung-patung giok yang dikontrol oleh Kai. Po mengenali bahwa beberapa patung mirip dengan para master Kung Fu yang sudah meninggal, bahkan beberapa telah tiada beratus-ratus tahun yang lalu. Shifu berhasil mencari tahu bahwa Kai dulu pernah menjadi teman seperjuangan Oogway. Ketika Oogway terluka, Kai membopongnya hingga mereka sampai ke desa rahasia masyarakat panda, yang kemudian menyembuhkan Oogway menggunakan chi. Para panda mengajarkan Oogway bagaimana cara menggunakan chi. Tapi ketika Kai yang haus akan kekuatan, menyerap chi untuk menambah kekuatannya sendiri, Oogway menaklukkannya dan mengirimnya ke dunia roh. Jadi untuk menkalukkan Kai, Po harus belajar membuat chi. Maka Li Shan menawari Po untuk belajar chi darinya, asal Po mau ikut dengannya ke desa rahasia masyarakat panda. Po dan Li, bersama Mr. Ping, pergi ke desa panda sementara Shifu dan Furious Five tinggal untuk berjaga. Sesampainya di desa rahasia, Po bertemu dengan para penduduk desa, salah satunya sang penari bernama Mei-Mei (Kate Hudson). Meskipun Po tidak sabar untuk segera belajar chi, tapi pertama-tama dia harus mencoba kehidupan desa panda yang santai, yang dengan senang hati dia lakukan.
     Setelah menyadari bahwa banyak master Kung Fu telah menghilang, Shifu mengirim Crane dan Mantis, bersama Master Bear (Fred Tatasciore), Master Croc (Jean-Claude Van Damme) dan Master Chicken (Stephen Kearin) untuk menemui Kai, tapi Kai pun berhasil mengalahkan mereka dan mengambil chi mereka semua. Bahkan Kai akhirnya menangkap Monkey, Viper dan Shifu sendiri, kemudian menghancurkan Istana Giok, untungnya Tigress berhasil kabur untuk memberi peringatan kepada Po. Di desa panda, Li dan para panda ketakutan mendengar kabar dari Tigress dan berusaha untuk kabur. Li kemudian mengakui bahwa dirinya tidak bisa chi, tidak ada seekor panda pun yang bisa melakukannya, Li membohongi Po karena dia tidak ingin kehilangan anaknya lagi. Sakit hati karena telah dibohongi, Po marah kepada Li, dan berusaha memikirkan cara untuk melawan Kai. Mr. Ping pun mengakui kepada Li bahwa dia juga takut Po akan diambil darinya, tapi kemudian Ping menyadari bahwa Li telah menjadi bagian dari kebahagiaan Po, dan mereka berdua harus mendukungnya. Tigress mendesak Po untuk segera mencari tahu rahasia menggunakan chi, karena itu satu-satunya cara untuk melawan Kai. Sementara itu, Li dan para penduduk desa telah memutuskan untuk tinggal dan menyelamatkan desa, mereka meminta Po mengajari bela diri sehingga mereka dapat menyerang balik. Po pun setuju, kemudian mengajari para penduduk desa bertahan dengan segala aktifitas yang biasa mereka lakukan sehari-hari.
    Sampailah Kai di desa rahasia, Po pun juga sudah menunggunya. Kai mengirim para patung-patung gioknya untuk menangkap Po, tapi mereka berhasil dilawan oleh para penduduk desa dan Tigress, hal itu membuat Kai menjadi bingung. Awalnya semua berjalan sesuai rencana, tapi ketika Po menggunakan jurus Kuncian Jari Wuxi untuk mengirim Kai kembali ke dunia roh, dia menyadari bahwa jurus itu hanya bekerja untuk makhluk yang masih hidup di dunia fana. Kai berusaha melawan, tapi Po memiliki ide untuk menggunakan jurus Kuncian Jari Wuxi kepada dirinya sendiri, sambil merangkul Kai. Dan berhasil, mereka berdua sampai ke dunia roh, disana mereka pun bertarung kembali. Para panda dan Tigress yang merasa sedih karena kehilangan Po, berusaha dengan segenap tenaga mengeluarkan chi untuk menyelamatkan Po dan mereka pun berhasil. Kai sudah hampir menjadikan Po patung giok ketika tiba-tiba Po berhasil mengeluarkan chi dari dirinya, dan membuat bentuk naga raksasa untuk menghancurkan Kai. Setelah Kai berhasil ditaklukkan, semua chi yang telah dipenjarakan Kai di dalam batu giok pun akhirnya keluar dan semua master, Shifu dan juga Furious Five sadar kembali. 
     Di sebuah kolam emas di dunia roh, Master Oogway yang agung mendatangi Po, dan menjelaskan bahwa perjalanannya telah lengkap, kemudian mengakui bahwa dia memilih Po menjadi Pendekar Naga karena Po adalah keturunan para Panda zaman dahulu kala, dan juga karena penjelmaannya dari yin-yang. Oogway lah yang dulu memperingatkan Li untuk menyelamatkan Po dan memutuskan bahwa Po akan menjadi penerusnya. Oogway menganugerahkan tongkat saktinya kepada Po dan mengembalikan Po ke dunia fana. Po, keluarganya dan teman-temannya kembali ke desa, mereka semua melanjutkan berlatih chi, dan Po akhirnya berhasil menjadi guru.(bn)

Sunday, 10 April 2016

The Cobbler

        Di Lower East Side, kota New York pada tahun 1903, sekelompok laki-laki yahudi mengadakan pertemuan di sebuah toko reparasi sepatu untuk mendiskusikan masalah yang sedang menimpa mereka semua. Seorang penjahat yang bernama Gergerman telah mengacaukan bisnis mereka dan meneror orang-orang tersebut beserta keluarga mereka. Salah satu orang yahudi berhasil mendapatkan sepasang sepatu milik Gergerman dan memberikannya pada tukang reparasi sepatu yang bernama Pinchas Simkin. Pinchas membawa sepasang sepatu itu ke ruang bawah tanah tokonya dan menjahitnya dengan mesin jahit sepatu yang istimewa. Saat itulah anaknya yang bernama Herschel masuk, kemudian Pinchas pun menceritakan kepada Herschel kegunaan mesin istimewa tersebut.
     Di masa kini, Max Simkin (Adam Sandler) bekerja sebagai tukang reparasi sepatu di toko tersebut. Tetangga Max bernama Jimmy (Steve Buscemi), membuka toko potong rambut disebelahnya. Seorang gadis muda bernama Carmen Herrera (Melonie Diaz) datang ke toko Max dan memberitahunya bahwa dia bekerja di komunitas Lower East Side yang mencegah para developer kaya menggusur toko-toko yang kini telah ada untuk dijadikan kompleks yang lebih besar. Tapi Max tidak peduli dengan apapun yang nanti akan terjadi dengan tokonya. Max tinggal bersama ibunya yang bernama Sarah (Lynn Cohen). Keduanya berharap dapat bertemu sekali lagi dengan mendiang ayah Max.
     Leon Ludlow (Method Man), seorang kriminal, membawa sepasang sepatunya yang mahal dan keren ke toko Max untuk diganti solnya. Sayangnya mesin jahit sepatu milik Max sedang rusak, sehingga dia memakai mesin lama yang disimpan di bawah toko. Dengan penasaran, Max melihat bahwa nomor sepatu Ludlow adalah 10 ½, sama dengan ukuran kakinya. Maka Max pun mencoba sepatu Ludlow yang keren itu, kemudian hal yang ajaib terjadi, tubuhnya berubah menjadi Ludlow. Max mencoba menggunakan mesin istimewa itu ke sepatu lain, dan menyadari bahwa dia bisa berubah menjadi si pemilik sepatu saat dia memakai sepatunya.
      Max menggunakan kemampuan barunya yang ajaib ini untuk mencoba hidup sebagai orang lain. Dia pergi ke Chinatown sebagai orang China dan tidak terlihat mencurigakan. Dia juga pergi ke restoran mahal sebagai seseorang kemudian keluar dari restoran itu sebagai orang lain dan tidak membayar makanannya. Taryn (Kim Cloutier), seorang wanita muda yang tinggal di apartemen di sebelah toko Max, datang ke tokonya untuk mereparasi sepatu milik kekasihnya, Emiliano (Dan Stevens). Max pun mengelabui mereka, dia memakai sepatu Emiliano dan pergi ke sebuah bar. Max pulang ke apartemen Emiliano sebagai Emiliano, dan mendapati Taryn sedang mandi, dan mengajaknya ikut mandi. Max cepat-cepat melepas bajunya, kemudian sadar bahwa ketika dia melepas sepatunya, dia tidak bisa berpura-pura menjadi Emiliano lagi, jadi dia pun pergi. Di rumah, Max memutuskan untuk membuat ibunya bahagia dengan memakai sepatu ayahnya, Abraham Simkin(Dustin Hoffman), dan mengajak ibunya untuk makan malam bersama dengan berpura-pura sebagai ayahnya.
   Keesokan paginya, Max mendapati ibunya telah meninggal. Dia dan keluarganya berkabung selama seminggu. Ketika Max kembali bekerja, Ludlow memaksa untuk menyelesaikan sepatunya atau dia akan membunuh Max. Sakit hati, Max membawa beberapa pasang sepatu untuk menyamar, mengikuti Ludlow pulang ke apartemennya. Ketika Ludlow pergi, Max memakai sepatu Ludlow di apartemennya. Dia bertemu dengan kekasih Ludlow, Macy (Dascha Polanco), yang telah diperlakukan kasar oleh Ludlow. Setelah Macy pulang, Max mencari jam tangan Ludlow yang sangat berharga dan mencurinya, selain itu dia juga mengambil pistol dan senjata. Ludlow yang asli kemudian pulang dan langsung menyerang Max, yang masih memakai sepatu Ludlow, tapi Max menyerangnya dengan alat penyetrum hingga pingsan. Max yang masih menyamar sebagai Ludlow, dijemput oleh dua orang preman anak buah Ludlow, untuk diantar ke tempat dimana meraka sedang menyiksa seseorang yang dituduh mencuri. Para preman sudah akan membunuh pencuri itu, tapi Max melarang mereka dan menyuruh melepaskan si pencuri. Kemudian mereka membawa Max ke rumah pengusaha kaya, Elaine Greenawalt (Ellen Barkin), yang memberi Max uang sangat banyak, untuk membeli rumah yang ditinggali seorang kakek di Lower East Side.
      Max kembali ke apartemen Ludlow dan memakai stileto milik seorang pria gay. Ludlow yang sudah bangun dari pingsan, menyerangnya tapi berhenti karena terkejut ketika Max melepas sepatu yang dipakainya dan berubah menjadi dirinya sendiri. Ludlow kembali menyerang Max, kemudian Max dengan tidak sengaja memukul leher Ludlow dengan stileto lancip yang dia pegang hingga Ludlow tewas seketika. Max menyerahkan dirinya ke polisi, tapi ketika dia dan polisi kembali ke apartemen Ludlow, mayatnya telah menghilang dan lantai apartemen juga bersih dari darah, polisi pun menganggap Max berbohong dan kemudian pergi meninggalkan Max yang kebingungan. Di Toko, Jimmy memarahi Max karena kelakuannya yang aneh belakangan ini. Jimmy memberitahu Max bahwa ayahnya dulu juga menjadi aneh sebelum menghilang, dan Jimmy sendiri menyembunyikan rahasia ini kepada Max untuk melindunginya. 
     Max pergi bersama Carmen ke apartemen Mr. Solomon (Fritz Weaver), seorang kakek yang diusir dari apartemennya sendiri oleh Elaine Greenawalt. Mr. Solomon tidak mau pindah karena dia merasa sudah tinggal di apartemen itu selama puluhan tahun, dia bahkan membesarkan anaknya disana. Max punya ide untuk mengelabui Elaine. Dengan memakai sepatu Mr. Solomon, dia berpura-pura menjadi Mr. Solomon, menerima uangnya dan bersikeras tidak mau pergi. Ketika Elaine menyadari bahwa dia dikelabui, dia pun pergi menemui Mr. Solomon gadungan dan mengancam untuk membunuhnya. Sayangnya ancaman ini terekam oleh stasiun TV yang dibawakan oleh wartawan lokal kenalan Max. Elaine Greenewalt pun akhirnya berhasil ditangkap untuk diadili. Kehidupan Max kembali normal. Max kemudian pergi ke apartemen Ludlow sebagai Ludlow dan memberikan jam yang dicurinya kepada Macy, dia juga meminta maaf atas nama Ludlow. Ketika Max pulang, di jalan dia ditangkap oleh sekelompok orang yang dipimpin oleh pencuri yang dulu pernah mencuri dari geng Ludlow. Di jalan, mobil mereka tiba-tiba mengalami kecelakaan.
      Max bangun di toko potong rambut milik Jimmy. Jimmy menawarinya minum air dan makan acar, sambil menjelaskan bahwa acar dapat membantunya bertransisi dari satu tubuh ke tubuh lain. Max dengan terkejut, bertanya bagaimana Jimmy bisa tahu semua itu. Kemudian Jimmy melepas sepatunya dan dia pun berubah menjadi Abraham, ayah Max, yang ternyata selama ini masih hidup secara diam-diam, sangat kaya raya dan ingin memberikan ujian kehidupan kepada Max. Max ternyata lulus, dan mesin jahit sepatu milik keluarga mereka sudah sepantasnya diwariskan kepadanya. Jimmy yang asli selama ini berlibur di Kepulauan Karibia. Sambil marah bercampur bahagia, keduanya berpelukan. Abraham membawa Max ke ruang bawah tanah tokonya untuk menunjukkan koleksi sepatunya yang luar biasa banyak yang dia kumpulkan selama bertahun-tahun. Kemudian Abraham mengajak Max naik mobil limonya dan di perjalanan, Abraham menceritakan tentang kisah mesin jahit sepatu yang telah menjadi harta keluarga mereka yang tak ternilai.(bn)

Friday, 8 April 2016

TinkerBell & The Legend of The Neverbeast

        Pada suatu hari di Pixie Hollow, Fawn (Ginnifer Goodwin) sang peri binatang, meminta Tinkerbell (Mae Whitman) untuk membuatkan sebuah gerobak ekstra besar, yang kegunaannya dirahasiakan oleh Fawn. Fawn meminta Tink untuk tidak berteriak jika Fawn memberitahunya, dan ternyata Fawn menyembunyikan seekor bayi elang di rumah. Selama ini Fawn mengobati sayap bayi elang tersebut hingga sembuh. Yang menjadi masalah adalah; elang dewasa suka memangsa peri, sehingga bagi para peri, elang dikategorikan sebagai musuh mereka. Para pelindung peri akan mengusir dan menyakiti para elang jika terlalu dekat pemukiman. Karena itulah, gerobak tersebut akan mereka gunakan untuk membawa bayi elang ke hutan agar tidak ada orang yang curiga bahwa selama ini Fawn menyembunyikan binatang terlarang, dan juga agar si bayi elang bisa terbang kembali ke alam bebas.
Sesuai rencana, Fawn dan Tink membawa gerobak berisi bayi elang yang ditutupi anggur liar diatasnya menuju hutan. Namun sahabat-sahabat mereka; Rosetta (Megan Hilty), Silvermist (Lucy Liu), Iridessa (Raven-Symone) dan Vidia (Pamela Adlon), datang dan mengetahui rencana ini. Akibatnya rahasia terbongkar, seluruh Pixie Hollow pun dibuat heboh dengan adanya bayi elang. Sekawanan elang yang mengetahui bahwa bayinya ada di pemukiman peri, mulai menyerang Fawn dan teman-temannya. Untunglah Para Pelindung Peri yang dipimpin oleh Nyx (Rosario Dawson), berhasil menyelamatkan keadaan. Queen Clarion (Anjelica Huston), pemimpin Pixie Hollow, meminta Fawn berjanji untuk tidak mengulangi semua ini, dan alih-alih mengikuti kata hatinya, Fawn juga harus memikirkan resikonya.
Setelah Fawn melepas kepergian bayi elang yang tidak jadi dibunuh oleh Nyx, semuanya kembali normal. Di pinggir hutan, Fawn melatih para kelinci belajar melompat. Tiba-tiba saja Fawn mendengar suara binatang yang mengaum dari arah hutan. Fawn menyelidiki suara itu hingga kedalaman gua di tengah hutan, dan menemukan seekor binatang asing yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Fawn mendapati bahwa kaki binatang tersebut terkena duri sehingga jalannya menjadi pincang. Terdorong oleh kecintaannya pada binatang, Fawn ingin membantunya mencabut duri itu, tapi binatang itu salah paham dan Fawn  dihujani auman yang sangat keras hingga dia terlempar keluar gua. Sayangnya, Nyx dan seluruh Pelindung Peri di pos mereka, mendengar auman ini, hingga akhirnya mereka menyelidiki darimana auman itu berasal. Untuk mencari tahu hewan macam apa yang dihadapinya, Nyx pergi ke perpustakaan, disana dia menemukan sebuah dokumen lama yang sudah sobek-sobek dari buku legenda peri, yang dengan tidak terlalu jelas memaparkan bahwa setiap seribu tahun sekali, Pixie Hollow akan didatangi seekor makhluk buas yang akan menghancurkan daratannya dengan badai yang mematikan.
Sementara itu, Fawn berhasil mencabut duri yang menancap pada binatang asing tersebut, yang kemudian oleh Fawn diberi nama Gruff. Fawn dengan cermat mencatat segala gerak-gerik dan tingkah laku Gruff. Sebagai peri binatang, Fawn ingin mengetahui binatang apa sebenarnya Gruff itu. Gruff yang tidak lagi berjalan pincang, memulai aktifitasnya dengan mengumpulkan batu dan menumpuknya disebuah tempat hingga terciptalah 4 buah menara di empat penjuru tempat di Pixie Hollow. Fawn pun bertanya-tanya untuk apa sebenarnya Gruff mendirikan menara batu.
Karena tidak ingin mengecewakan Queen Clarion lagi, Fawn berencana memberitahukan penemuannya ini kepada sang ratu peri. Tapi ternyata, Nyx sudah ada disana dan menceritakan informasi tentang binatang buas pembunuh yang dia dapatkan dari dokumen lama tersebut. Queen Clarion menyuruh Fawn dan Nyx untuk bekerja sama melakukan hal yang benar dalam rangka melindungi Pixie Hollow. Tapi keduanya memiliki keinginan yang berbeda; Fawn berencana membantu Gruff menyelesaikan misinya yang misterius dalam hal pembangunan menara batu, sedangkan Nyx sendiri ingin menangkap binatang buas itu agar tidak terjadi badai dan mencoba menggagalkan usahanya dengan meruntuhkan menara batu yang dibangun Gruff di empat penjuru Pixie Hollow. Gruff memang pada akhirnya berubah bentuk menjadi monster seperti yang diceritakan di dokumen legenda peri, tapi tujuannya bukanlah merusak, malah faktanya Gruff mencoba menyelamatkan Pixie Hollow dengan mengumpulkan semua petir yang menyambar menara batu, yang jika tidak dibangun olehnya, maka petir itu bisa menyambar pohon-pohon yang mengakibatkan kebakaran hutan.
   Selain itu, Gruff juga menyelamatkan Tinkerbell dari pohon yang tumbang dan melindungi Nyx dari sambaran petir. Karena menara batunya sudah tidak lengkap lagi, Fawn dengan tekad yang besar, membawa Gruff terbang ke langit untuk menyerap keempat badai petir. Hal tersebut memang dapat meredakan badai, tapi mengakibatkan sayap Gruff terbakar dan membunuh Fawn. Untungnya Fawn dapat hidup kembali karena terkena percikan petir yang jatuh dari badan Gruff. Dengan demikian, badai yang mengancam Pixie Hollow telah berakhir. Setelah semuanya kembali normal, tiba-tiba saja Gruff sangat mengantuk dan terlihat lesu. Fawn menyadari bahwa ini adalah waktunya Gruff untuk kembali berhibernasi, agar seribu tahun ke depan, Gruff dapat menyelamatkan Pixie Hollow dari badai yang akan datang lagi, dan juga berarti Fawn dan semua peri tidak bisa lagi bertemu dengan Gruff nanti saat dia bangun. Fawn, Nyx dan para peri dengan sedih mengantarkan Gruff kembali ke guanya di tengah hutan, mereka semua mengucapkan selamat tidur dan selamat berpisah.(bn)

Monday, 4 April 2016

Rio 2

         Setelah menikah dan memiliki tiga ekor anak, Blu (Jesse Eisenberg) dan Jewel (Anne Hathaway), sepasang burung Macaw Biru yang hampir punah, hidup bahagia di Kota Rio De Janeiro. Meskipun demikian, Jewel menyadari bahwa kehidupan mereka semakin lama semakin mirip dengan manusia. Saat Linda (Leslie Mann) dan Tulio (Rodrigo Santoro), manusia yang selama ini telah mengadopsi Blu, mengumumkan di televisi bahwa mereka menemukan bulu burung macaw di Hutan Amazon, Jewel langsung mengajak suami dan ketiga anaknya untuk pergi ke Hutan Amazon untuk membantu Linda dan Tulio ikut mencari burung macaw lain yang mungkin masih hidup. Ketiga teman mereka; Rafael (George Lopez), Pedro (will.i.am) dan Nico (Jamie Foxx) ikut serta dalam pencarian ini. Sementara itu, di Hutan Amazon itu sendiri ada penebang pohon ilegal yang pimpinannya bernama Big Boss, menganggap campur tangan Linda dan Tulio akan mengganggu pekerjaan ilegal mereka. Big Boss pun meminta anak buahnya, para penebang pohon, untuk mewaspadai keberadaan Linda dan Tulio di hutan.
Dalam perjalanan, ada seekor burung kakatua yang bernama Nigel (Jemaine Clement) melihat bahwa Blu dan keluarganya terbang menuju Hutan Amazon. Nigel, yang di film pertama menjadi musuh Blu dan ternyata masih hidup setelah tertabrak pesawat, ingin membalas dendam kepada Blu, karena meskipun masih hidup, dia tidak akan lagi bisa terbang selama hidupnya, dan dia menyalahkan Blu atas hal itu. Dalam misi balas dendam ini, Nigel mengajak dua orang anak buahnya; Charlie, si trenggiling dan Gabi (kristin Chenoweth), katak beracun yang jatuh cinta pada Nigel. Ketiganya mengikuti rombongan Blu masuk ke Hutan Amazon.
Sesampainya di hutan, walau sudah menggunakan GPS, tapi Blu tidak menemukan keberadaan Linda dan tulio, mereka malah ditangkap sekawanan burung berbulu coklat, namun setelah para burung coklat tersebut terbang di bawah air terjun, warna coklat mereka luntur dan ternyata mereka adalah burung macaw biru yang selama ini dicari-cari. Bahkan Eduardo (Andy Garcia), pemimpin dari kawanan burung dari Hutan Amazon itu, tak lain adalah ayah Jewel, yang dulu terpisah dari Jewel karena ada kebakaran hutan. Eduardo, yang senang karena telah menjadi kakek, mengajak gerombolan Blu untuk pulang ke tempat mereka yang indah seperti surga. Tempat burung macaw itu dapat dikatakan rahasia dan tidak dapat dijangkau manusia. Disana Jewel bertemu kembali dengan bibinya, Mimi (Rita Moreno) dan teman lamanya, Roberto (Bruno Mars).
Rafael, Pedro dan Nico dapat membaur dengan baik di tempat burung macaw di Hutan Amazon. Bahkan mereka mengadakan audisi pencarian bakat bagi hewan-hewan di hutan untuk dipentaskan di karnaval. Tapi Blu yang pergi kemana-mana membawa-bawa tas pinggang, tidak disukai oleh ayah mertuanya. Eduardo sangat benci kepada manusia, dan melarang benda-benda manusia dibawa ke hutan, maka Eduardo pun mengajari Blu bagaimana cara bertahan hidup di hutan rimba layaknya burung macaw. Sementara itu, Nigel lolos audisi yang diadakan Rafael, Pedro dan Nico. Nigel merencanakan akan melaksanakan balas dendamnya saat karnaval tiba.
Saat mencari burung macaw, Linda dan Tulio malah bertemu dengan para penebang pohon. Demi melindungi Hutan Amazon dan semua satwa didalamnya, mereka mencoba menghentikan penebangan ilegal tersebut. Tapi mereka malah ditangkap dan disekap. Untungnya Blu menemukan tempat kemah Linda dan Tulio, dan dari semua tanda-tandanya, Blu mengetahui bahwa Linda dan Tulio sedang dalam kesulitan. Blu menyuruh Roberto, yang saat itu menguntitnya, untuk memberi peringatan pada semua burung macaw bahwa hutan sedang tidak aman. Sementara Blu menemukan Linda dan Tulio diikat di sebatang pohon dan menolong mereka.

   Dengan berani, Linda dan Tulio beserta Blu melawan Big Boss dan anak buahnya. Tapi kemudian mereka tidak sendiri. Para burung macaw biru dan merah, juga hewan-hewan di hutan ikut bertempur melawan para penebang pohon itu hingga Big Boss dan anak buahnya kalah. Eduardo, sang pemimpin burung macaw pun akhirnya menyadari bahwa tidak semua manusia itu jahat, dia pun bangga kepada Blu dan Linda karena telah menyelamatkan hutan. Sementara itu Nigel juga berusaha membalaskan dendamnya ke Blu, tapi panah yang telah dilumuri racun katak oleh Gabi meleset, malah mengenai Nigel sendiri. Nigel pun bersiap-siap mati sambil bergaya Shakespeare dan Gabi mencoba bunuh diri dengan menelan racunnya sendiri. Tapi tiba-tiba Bia (Amandla Stenberg), anak Blu dan Jewel yang paling cerdas, mengatakan bahwa Gabi bukanlah katak beracun, selama ini Gabi telah dibohongi oleh orangtuanya. Nigel dan Gabi yang tidak jadi mati, dibawa oleh Tulio kembali ke Rio untuk meneruskan observasi. Bagaimanapun, Big Bosslah yang akhirnya mati dimakan ular Boa. Sekarang setelah Hutan Amazon aman dari penebangan ilegal dan Eduardo menerima Blu dengan tangan terbuka, akhirnya keluarga Blu dan teman-temannya menetap di hutan, namun mereka akan kembali ke Rio de Janeiro untuk liburan.(bn)

Sunday, 3 April 2016

Barbie In The Pink Shoes


        Sebuah studio balet akan menyelenggarakan pertunjukan Swan Lake. Sayangnya, Kristyn (Kelly Sheridan) tidak akan menjadi bintangnya, tarian utama Odette akan dimainkan oleh Tara (Ali Liebert). Kristyn yang menjadi bintang utama dalam film ini, hanya akan memainkan tarian Milkmaid. Saat gladi bersih, awalnya tarian Kristyn sempurna seperti biasanya, tapi tiba-tiba kakinya bergerak sendiri mengikuti instingnya, tidak sesuai dengan koreografi yang telah diajarkan. Hal tersebut membuat Madam Natasha (Tabitha St.Germain), sang pelatih balet, menjadi marah dan menyuruh Kristyn berhenti saat itu juga, hingga membuat Kristyn terjatuh dan sepatunya sobek.
   Sahabat Kristyn, Hailey (Katie Crown), yang bekerja sebagai penjahit busana pertunjukan, mengajak Kristyn mencari sepatu balet yang lain di tempat ganti kostum. Namun, tidak ada satupun yang ukurannya pas dengan kaki Kristyn. Madam Katerina (Lori Triolo), sang penata busana, memberikan sepatu yang sangat indah, pas di kaki dan warnanya pink. Setelah memakai sepatu pink tersebut, Kristyn dan Hailey berpindah tempat ke sebuah negeri dongeng yang sangat ajaib. Di udara, terdengar lagu balet untuk Giselle dimainkan, orang-orang dari negeri dongeng berdansa mengikuti alunan musik. Tanpa sadar, Kristyn pun berubah menjadi Giselle, kostum dan tatanan rambutnya sesuai dengan peran Giselle. Kristyn menarikan baletnya dengan sangat indah sehingga membuat Pangeran Albrecht (Trevor Devall) dan Hilarion (kyle Rideout) jatuh cinta padanya dan keduanya melamar Kristyn, tapi Kristyn menolak mereka berdua mengingat dia masih 17 tahun.
Hailey mengajak Kristyn untuk pergi saat Pangeran Albrecht dan Hilarion bertengkar. Kemudian datanglah Snow Queen (Tabitha St.Germain), sang ratu salju, mengendarai kereta saljunya. Snow Queen marah karena Giselle tiba-tiba menghilang, dia mengutuk ibu Giselle menjadi patung es, karena saat ditanya ibunya berbohong tentang kemana anaknya pergi. Sementara itu, Hailey memahami bahwa mereka berdua tiba-tiba ada di tempat ajaib tersebut karena Kristyn memakai sepatu balet Giselle yang indah. Hailey memaksa Kristyn untuk melepas sepatu pink itu, tapi Kristyn tidak mau dan malah menghindar ke semak-semak. Hailey mengikutinya, dan ternyata mereka tiba-tiba ada di danau angsa, kostum dan rambut Kristyn pun tiba-tiba berubah menjadi Odette, sang Putri Angsa.
Pangeran Siegfried (Brett Dier) datang dan berdansa dengan Kristyn, sementara itu Rothbart (Bill Mondy) sang penyihir jahat mengawasi mereka dari balik semak-semak. Pangeran Siegfried jatuh cinta pada Kristyn, dan sebelum pergi dia mengundang Kristyn dan Hailey ke pesta dansa di istana, yang dengan senang hati diterima oleh Kristyn. kemudian Rothbart keluar dan mengutuk Kristyn dan Hailey menjadi angsa, dengan tujuan agar mereka tidak dapat pergi ke istana. Dia berharap Pangeran Siegfried akan jatuh cinta pada anaknya, Odile, dan menjadi menantunya. Tapi Kristyn dan Hailey tidak menyerah, mereka pergi ke istana dengan cara terbang sebagai angsa.
Sesampainya di istana, ternyata Pangeran Siegfried sudah berdansa dengan Odile yang menyamar sebagai Odette, maka Kristyn pun ikut menari setelah dia berubah menjadi manusia. Kristyn berhasil menggagalkan rencana Rothbart tersebut karena sejak awal Pangeran Siegfried tahu bahwa tarian Kristyn berbeda, original, dan menunjukkan siapa Kristyn yang sebenarnya. Sementara itu, Hailey diculik oleh Snow Queen, karena menurut sang ratu, Hailey tidak memiliki peran apa-apa dalam cerita itu. Kristyn berpamitan pada Pangeran Siegfried dan mencari Hailey, dijalan dia bertemu dengan Pangeran Albrecht dan Hilarion. Maka mereka bertiga pergi ke Istana Es untuk menyelamatkan Hailey.
Di Istana Es, ternyata Hailey dijadikan boneka es yang dapat menari balet, padahal dia sama sekali bukan penari. Kristyn berusaha menghentikan Snow Queen tapi nasibnya sama seperti Hailey. Meskipun demikian, Kristyn dapat melawan Snow Queen karena tariannya yang original dan kreatif. Akhirnya Snow Queen pun kalah, Kristyn, Hailey dan semua orang yang telah dijadikan patung es oleh Snow Queen akhirnya kembali normal. Mereka mengucapkan perpisahan kepada Pangeran Albrecht dan Hilarion. Kemudian Kristyn melepas sepatunya dan mereka kembali ke ruang kostum Madam Katerina, yang mengatakan pertunjukan Kristyn akan dimulai 15 menit lagi.
   Tara meminjamkan sepatunya yang lama kepada Kristyn. Hailey menjahitkan baju yang sangat indah untuk Kristyn, dan dia tampil dengan memukau, terutama saat Kristyn mengubah koreografi untuk tariannya sendiri, kostumnya yang awalnya berwarna biru dan ungu, berubah warna menjadi pink. Madam Natasha dan para pencari bakat balet internasional menyukai tarian Milkmaidnya yang baru dan kreatif, dan mereka merekrut Kristyn beserta penata busananya ke perusahaan mereka.(bn)

Saturday, 2 April 2016

Wreck-It Ralph

        Wreck-It Ralph (John C. Reilly) atau yang biasa dipanggil Ralph adalah seorang tokoh karakter penjahat di sebuah mesin permainan / video game yang bernama Fix-It Felix Jr. Tokoh utama dalam permainan itu tentunya adalah Fix-It Felix Jr itu sendiri, atau yang biasa dipanggil Felix (Jack McBrayer). Di malam hari, saat toko permainan Litwak Game Center telah tutup, para karakter yang ada di dalam game menjadi hidup dan bebas untuk mengunjungi mesin game lain. Malam itu adalah pesta ulang tahun game Fix-It Felix Jr. Saat Ralph pulang dari rapat pertemuan karakter penjahat, dia melihat bahwa teman-temannya telah memulai pesta perayaan tanpa dirinya. Dengan jengkel dia menggedor pintu apartemen Felix hingga hancur, Felix mengundangnya masuk tapi teman-teman yang lain menyuruhnya keluar dengan alasan dia adalah karakter penjahat, sehingga bukan bagian dari game. Ralph menjadi marah, kemudian dia berjanji pada semua orang di game Fix-It Felix Jr bahwa dia juga bisa menjadi orang baik, dia akan membuktikannya dengan cara membawa pulang sebuah medali. Teman-teman yang lain pun berjanji jika Ralph mendapatkan medali itu, mereka akan menerima Ralph untuk ikut tinggal di apartemen mereka, mengingat selama ini Ralph tidur di timbunan bata di puing-puing tempat pembuangan.
Ralph memang seorang tokoh penjahat dalam game ini, tapi sebenarnya dia memiliki hati yang baik. Ralph mengeluarkan semua isi hatinya kepada Tapper di game Tapper’s Root Beer. Tapper menasihatinya untuk mencari medali di gudangnya. Di gudang, Ralph bertemu dengan Markowsky (Joe Lo Truglio), seorang tentara pembunuh cy-bug di game Hero’s Duty, yang setengah sadar mengatakan bahwa Ralph bisa memenangkan medali jika membunuh kecoak. Maka Ralph meminjam seragam Markowsky untuk menyamar dan menyusup ke Hero’s Duty, disana dia berhasil mendapatkan sebuah medali, dan menyusup keluar dengan mengendarai pesawat, sayangnya salah satu cy-bug masuk ke dalam pesawat yang ditumpangi Ralph dan keluar dari game.
Sementara itu, di game Fix-It Felix Jr, permainan juga sudah dimulai, tapi Ralph tidak ada disana untuk melakukan tugasnya, si pemain menjadi bingung dan mengatakan kepada Pak Litwak (Ed O’Neill), si pemilik toko, bahwa game nya rusak karena Wreck-It Ralph tidak muncul. Pak Litwak menyatakan gamenya tidak bisa dimainkan untuk sementara waktu dan memberi tanda pada monitornya. Felix yang kebingungan keluar dari game dan mencari Ralph. Untungnya Departemen Kepolisian Antar Game menemukan pesawat Ralph keluar dari Hero’s Duty dan masuk ke Sugar Rush, game balap mobil. Felix berdua dengan Sersan Calhoun (Jane Lynch), wanita pemimpin Hero’s Duty, masuk ke Sugar Rush untuk mencari Ralph dan cy-bug.
Setelah masuk ke game Sugar Rush, cy-bug yang ikut ke dalam pesawat Ralph terlempar dan masuk ke dalam rawa-rawa jelly, Ralph mengaggapnya sudah mati, padahal makhluk itu memakan Sugar Rush, membuat sarang dan bertelur didalamnya. Sedangkan Ralph, yang juga terlempar keluar dari pesawat kehilangan medalinya. Medali itu ditemukan oleh Vanellope von Schweetz (Sarah Silverman), seorang karakter rusak yang keberadaanya tidak berguna di Sugar Rush / The Glitch. Vanellope menggunakan medali itu untuk mendaftarkan diri ikut lomba balap mobil. Awalnya Ralph marah pada Vanellope, tapi kemudian Ralph membantunya untuk menang dengan cara menemaninya membuat mobil balap dan membuatkan arena berlatih untuk Vanellope. Sementara itu, dalam perjalanan di Sugar Rush, Felix jatuh hati pada Sersan Calhoun, namun cintanya ditolak karena sang Sersan teringat pada calon suaminya dulu. Kemudian mereka berpisah jalan, Felix masuk penjara di Kerajaan Sugar Rush dan Sersan Calhoun berhasil menemukan sarang cy-bug.
Raja Sugar Rush, King Candy (Alan Tudyk), tidak memperbolehkan Vanellope untuk ikut lomba balap mobil. Karena menurutnya, jika para pemain yang nantinya memilih Vanellope mengetahui bahwa dia rusak, maka Pak Litwak akan menutup game mereka, dan sebagai karakter rusak, Vanellope tidak akan pernah bisa keluar dari mesin game ini. Mendengar hal tersebut, Ralph mencoba menyelamatkan Vanellope, dan mematahkan mobil balapnya menjadi dua. Vanellope dikurung dalam penjara anak-anak agar dia tidak ikut balap mobil. King Candy membajak Sugar Rush, masuk ke dalam sistemnya, mengambil medali Ralph dan mengembalikannya.
Ralph pun pulang kembali ke game Fix-It Felix Jr membawa medalinya dan mendapati disana sangat sepi, karena Felix keluar mencari Ralph dan orang-orang mengevakuasi diri keluar dari mesin game. Dengan sedih, Ralph melihat ke arah kertas Pak Litwak yang memberitahukan bahwa gamenya sedang dalam perbaikan, tak sengaja terlihat olehnya gambar Vanellope di samping kotak mesin Sugar Rush. Ralph menjadi curiga. Setelah bertanya kepada Sour Bill (Rich Moore), Penasihat Kerajaan, Ralph mengetahui bahwa King Candy telah berbohong, Vanellope tidak diperbolehkan mengikuti perlombaan karena setelah dia melewati garis finish, permainan akan mereset kembali ke awal dan Vanellope tidak akan rusak lagi. Ralph pun akhirnya mengeluarkan Felix dan Vanellope dari penjara, dan meminta Felix memperbaiki mobil balap Vanellope.
Saat sedang balapan, dengan kekuatan glitchnya Vanellope berhasil membuka kedok King Candy, yang ternyata adalah Turbo, yaitu tokoh karakter utama dari game Turbotime yang berpindah ke game Rogue Blaster karena iri, sehingga membuat kedua mesin permainan menjadi rusak. Sementara itu Sersan Calhoun, Felix dan Ralph menghalangi cy-bug yang berusaha mendekati garis finish tapi mereka tidak berhasil, garis itu telah hancur sebelum Vanellope berhasil melewatinya. Di pintu keluar, Vanellope memang tidak bisa lewat, maka Ralph pun nekat menerjang cy-bug untuk mencoba membuat suar dari gunung diet cola panas yang diatasnya ada permen mentos.
   King Candy yang telah dimakan cy-bug, berubah menjadi monster separuh cy-bug dan menghalangi Ralph dalam usahanya membuat suar, tapi Ralph berhasil dengan mengorbankan dirinya terjun ke atas gunung diet cola panas. Untungnya kekuatan glitch Vanellope berhasil menyelamatkan Ralph. Dengan mengendarai mobil balap, Vanellope membawa Ralph keluar dari gunung panas itu. Semua cy-bug pun mati, termasuk King Candy. Akhirnya Vanellope berhasil membuat mobil balapnya melewati garis finish dan semuanya berubah. Ternyata Vanellope adalah seorang Tuan Putri di Sugar Rush dan glitchnya adalah kekuatan agar dia bisa berpindah-pindah tempat sesuai yang dia inginkan. Sersan Calhoun kembali ke game Hero’s Duty, Felix dan Ralph kembali ke game Fix-It Felix Jr. Ralph diterima menjadi bagian dari game Fix-It Felix Jr, bahkan Felix membuatkannya apartemennya sendiri. Tapi yang paling membahagiakan, mereka berempat bertemu kembali di pernikahan Sersan Calhoun dan Felix.(bn)

Friday, 1 April 2016

The 5th Wave

        Cassie Sullivan (Chloe Grace Moretz) tidak pernah mengira hidupnya akan sadis dan menyedihkan seperti ini. Dia menodongkan senjata kepada seseorang dan tanpa sengaja menembaknya, hanya karena dia melihat kerlip cahaya dibalik tangan orang asing yang dia temui di pom bensin. Orang itu terluka, Cassie tidak menolongnya malah membunuhnya. Kerlip cahaya itu ternyata hanyalah kalung berbandul salib. Semuanya sungguh kacau. Padahal beberapa hari yang lalu, dia hanyalah seorang gadis SMA biasa, yang setiap hari pergi ke sekolah, bertemu dengan teman-temannya dan cowok yang disukainya, Ben Parish (Nick Robinson). Semuanya berubah ketika tiba-tiba alien datang menaklukkan bumi. Semua orang menyebut alien ini dengan nama ‘The Others’ / makhluk lain. Cassie, ayah, ibu dan adiknya melihat kedatangan The Others saat pesawatnya melewati langit kota mereka, Ohio. Pesawat ini sangat besar dan hampir bundar, berwarna kelabu. Para tetangga segera meninggalkan rumah masing-masing dan menjauh dari pusat kota.
The Others tidak pernah menampakkan diri mereka di hadapan manusia, hanya pesawatnya yang superbesar mondar-mandir mengitari langit bumi. Penaklukan mereka terhadap bumi terdiri atas 5 serangan. Yang pertama terjadi ketika Cassie ada di sekolah, yaitu serangan elektromagnetik. The Others mematikan semua daya yang ada di bumi, mesin tidak bisa bekerja, listrik padam, tidak ada lagi air yang biasanya mengalir dari keran di setiap rumah. Pada dasarnya, The Others mengambil segala sesuatu yang dulu pernah manusia dapatkan dengan mudah. Sekolah, perkantoran, bandara dan segala hal yang diusahakan manusia berhenti, masyarakat menjadi lumpuh, orang-orang hanya bisa berkendara dengan sepeda.
Serangan kedua terjadi ketika Cassie dan adiknya, Sam Sullivan (Zackary Arthur), mengambil air di sungai. Tiba-tiba saja ada gempa bumi, pohon-pohon tumbang, dan air danau di Ohio meluap ke daratan. Cassie segera membantu adiknya naik ke pohon agar selamat dari banjir. Serangan kedua ini bertujuan untuk menjadikan volume air di bumi bertambah, sehingga separuh manusia di bumi tenggelam, khususnya mereka yang ada di dekat pantai. Kota-kota yang dekat dengan pesisir dan pulau-pulau kecil semuanya menghilang. Serangan ketiga yaitu menjadikan flu  burung sebagai virus yang paling mematikan bagi manusia. The Others memilih penyakit ini karena populasi burung di bumi sangat banyak, perbandingannya seorang manusia per 75 ekor burung. Manusia berjatuhan terkena penyakit ini, tak terkecuali ibu Cassie.
Setelah Cassie, ayah dan adiknya menguburkan sang ibu, ketiganya pergi ke pengungsian manusia yang selamat di Pengungsian Ashpit. Disana ayah Cassie memberinya pistol. Tiba-tiba saja datanglah tentara Amerika mengendarai mobil dan bis sekolah. Para Tentara ini dikepalai oleh Komandan Vosch (live Schreiber), mengangkut semua anak-anak ke bis sekolah untuk dipindahkan ke pangkalan militer. Sedangkan para orangtua diajak untuk rapat kemudian dibunuh, tak terkecuali ayah Cassie. Cassie yang ketinggalan bis sekolah karena mengambil boneka Sam ditenda, mengetahui semua pembunuhan ini, dia kemudian berjalan kaki mengikuti bis sekolah untuk menjemput Sam sambil membawa sebuah senjata dan sebuah pistol. Dengan demikian, serangan keempat telah terjadi, yaitu penyusupan The Others ke tubuh manusia dan menjalankan semuanya lewat kepala, tidak dapat dibedakan mana manusia yang dirasuki dan mana yang bukan. Di jalan, Cassie ditembak oleh salah satu The Others yang berjaga di hutan, dia diselamatkan oleh Evan Walkers (Alex Roe), seorang pemuda tampan yang mengaku dirinya bukan The Others. Cassie dan Evan saling jatuh cinta, dan Evan mengantarkan Cassie dalam perjalanannya menjemput adiknya.
Sementara itu, anak-anak yang dibawa ke pangkalan militer direkrut untuk menjadi tentara agar ikut wajib militer melawan The Others. Para tentara menaruh chip di leher mereka dan memberi tahu mereka bahwa manusia yang telah dirasuki ada tanda hijau dikepalanya, jika dilihat melalui helm khusus. Namun semua ini adalah bohong belaka, sebenarnya para tentara dan Vosch sendirilah yang The Others, manusia biasa memiliki tanda hijau karena tidak ada chip di leher mereka seperti yang dimiliki anak-anak. Dengan kata lain, inilah serangan kelima, anak-anak direkrut oleh The Others untuk membunuh manusia terakhir yang masih hidup di bumi.
   Sementara itu Evan Walkers yang ternyata juga The Others, mengaku pada Cassie bahwa dia telah jatuh cinta pada pandangan pertama, dan The Others yang ada di kepalanya tidak mampu mengubah perasaannya pada Cassie. Demi membuktikan rasa cintanya, Evan membantu Cassie menghancurkan pangkalan militer milik The Others dan mendapatkan adiknya kembali, namun Evan mati dalam kejadian ini. Cassie bertemu kembali dengan adiknya dan juga bertemu dengan cowok yang disukainya di sekolah dulu, Ben Parish, yang selama di pangkalan militer juga telah menjadi teman baik Sam dan menolong adiknya itu.(bn)