Thursday, 21 April 2016

Jurassic World

        Di Pulau Isla Nublar, Amerika, Jurassic Park telah 22 tahun diserbu dan diporak porandakan oleh dinosaurus kloning. Saat ini, sebuah wahana baru telah dibentuk; Jurassic World, yang telah menjadi resort sukses dan banyak dikunjungi wisatawan. Pemilik perusahaan genetika InGen yang membuat dinosaurus yaitu Masrani Global Corporation, telah mengoperasikan wahana tersebut di pulau yang sama selama 10 tahun. Suatu hari, kakak-beradik Zach (Nick Robinson) dan Gray Mitchell (Ty Simpkins) mengunjungi Jurassic World untuk bertemu dengan bibi mereka, Claire Dearing (Bryce Dallas Howard), Manajer Operasi wahana tersebut. Karena Claire adalah seorang wanita yang pekerja keras dan menyukai kesibukan, maka dia menyuruh asistennya untuk menjemput dan menemani keponakannya saat mereka di Jurassic World. 
Owen Grady (Chris Pratt), seorang mantan tentara, bekerja di bagian spesialisasi pelatihan Velociraptor di wahana tersebut. Kepala Keamanan InGen, Vic Hoskins (Vincent D'Onofrio), mempercayai bahwa para raptor seharusnya dilatih untuk keperluan militer daripada pelatihan yang diberikan Owen sekarang. Simon Masrani (Irrfan Khan), sang Pemilik wahana, meminta Owen untuk mengevaluasi sebuah wahana baru di bagian dinosaurus hybrida yang bernama Indominus rex, sebelum atraksi itu dibuka untuk umum. Owen memperingatkan Claire tentang bahayanya membesarkan Indominus dalam tempat yang terisolasi, karena Indominus tidak akan banyak bersosialisasi dengan hewan lainnya. Ketika para staff melihat di layar komputer mereka bahwa Indominus telah melarikan diri dari kandangnya, Owen dan dua orang lain di bagian keamanan masuk kandang untuk mencari tahu apa yang terjadi. Ternyata Indominus tidak pernah keluar kandang, tapi dia dapat menyamarkan diri dengan sangat sempurna hingga tak terlihat kamera pengawas dan menurunkan panas tubuhnya hingga tak terdeteksi di radar. Indominus tiba-tiba muncul dan menyerang Owen beserta orang-orang bagian keamanan, kemudian kabur ke tengah pulau. Owen memerintahkan untuk membunuh Indominus, tapi Masrani menyuruh pasukan khusus hanya untuk menangkapnya. Ketika para pasukan khusus terbunuh semuanya, Claire memerintahkan untuk mengevakuasi sektor pulau bagian tenggara.
          Zach dan Gray, yang sibuk menjelajah pulau dengan menaiki kendaraan gyrosphere, masuk ke area terlarang. Indominus yang saat itu berada dekat dengan mereka, menyerang dan menghancurkan kendaraannya. Keduanya melarikan diri ke bangunan reruntuhan bekas Jurassic Park. Mereka berhasil menemukan dan memperbaiki sebuah mobil jip tua dan berkendara kembali ke resort. Sementara itu Claire, yang dibantu Owen, mencari kedua keponakannya, di perjalanan mereka diserang Indominus tapi berhasil melarikan diri darinya. Masrani dan dua orang penembak memburu Indominus dengan helikopter, tapi ketika Indominus mendobrak masuk ke dalam taman burung untuk menghidari tembakan, dia melepaskan kawanan pterosaurus yang kemudian menyerang helikopter hingga jatuh dan meledak. Gray dan Zach kemudian berhasil bertemu dengan Owen dan Claire di resort ketika para personel bersenjata menembaki pterosaurus dengan senjata berisi obat penenang.
  Setelah kematian Masrani, Hoskins berasumsi bahwa dirinyalah sekarang yang harus menyelamatkan situasi, maka dia memerintahkan para raptor untuk mengejar Indominus, Owen yang terpaksa menerima rencana Hoskins memimpin para raptor. Setelah bertemu Indominus, para dinosurus mulai saling berkomunikasi satu sama lain. Owen pun menyadari bahwa Indominus diciptakan dengan DNA raptor, dan kemudian menjadi pemimpin baru para raptor, mengambil kepemimpinan dari Owen. Hoskins mengatur kepergian kepala bagian genetik, Dr. Henry Wu (B. D. Wong) untuk meninggalkan pulau dengan helikopter membawa embrio dinosaurus untuk melindungi penelitiannya. Owen, Claire dan keponakannya menemukan Hoskins di laboratorium mengemas lebih banyak embrio, tapi raptor menerjang masuk dan membunuhnya.
  Owen berhasil mengambil kembali kepemimpinan dari para raptor sebelum Indominus muncul. Para raptor pun menuruti Owen dan menyerang Indominus, tapi sebagian besar gagal dan terbunuh. Claire melepaskan Tyrannosaurus rex dari kandangnya yang kemudian bertengkar dengan Indominus. T. rex sudah kehabisan tenaga, tapi sebelum Indominus membunuhnya, raptor yang masih hidup bergabung untuk menyerang Indominus. Para raptor dan T. rex berusaha memojokkan Indominus ke danau, dimana terdapat Mosasaurus yang kemudian menariknya dari dalam air dan memakannya. Akhirnya, Pulau Isla Nublar ditinggalkan, beberapa orang yang masih hidup dievakuasi ke daratan. Zach dan Gray berhasil pulang dengan selamat dan bertemu kembali dengan orangtua mereka.(bn)

Tuesday, 19 April 2016

How I Live Now

        Daisy (Saoirse Ronan), seorang gadis remaja penderita penyakit syaraf dan anoreksia yang berasal dari Amerika, dikirim oleh ayahnya untuk berlibur musim panas ke rumah Bibinya Penn (Anna Chancellor), di sebuah pedesaan di Inggris. Pada saat itu Negara Paris dilaporkan telah di bom, dan Inggris juga menjadi tempat yang tidak aman serta terancam akan pecah perang. Namun, Daisy sudah lama sekali tidak berkunjung ke rumah bibinya sehingga dia tidak terlalu mengenal para sepupunya. Di Bandara Heathrow, Daisy dijemput oleh anak bibinya yang kedua, Isaac (Tom Holland). Sesampainya di pertanian yang ternyata telah bobrok dan sangat kotor, Bibi Penn tidak ada di rumah, para sepupu menyambutnya; Piper (Harley Bird) anak ketiga, Edmund/Eddie (George MacKay) anak pertama, dan seorang anak tetangga bernama Joe (Danny McEvoy). Meskipun awalnya perilakunya kasar, Daisy kemudian menjadi sedikit ramah karena mengetahui bahwa ibunya yang kini telah meninggal, dulu sering tinggal di pertanian itu saat masih sakit. Daisy kemudian juga jatuh cinta pada Eddie, seorang pemuda pendiam dan berkemauan keras seperti dirinya, dan mengetahui bahwa Eddie memiliki kemampuan misterius yang sangat tidak lazim dalam berhubungan dengan binatang. Beberapa hari setelah kedatangannya, Bibi Penn yang ternyata seorang tenaga profesional dalam menangani teroris ekstrim berangkat ke Geneva untuk menghadiri rapat darurat. Mengambil keuntungan dari kepergian ibu mereka, para sepupunya, Daisy dan Joe serta anjing Piper bernama Jet, pergi berjalan-jalan di hutan dan mandi di sungai.
          Kebahagiaan musim panas mereka berakhir saat gabungan teroris meledakkan bom nuklir di London dan berpotensi menyebabkan seratus dari seribu orang terbunuh, radioaktif dari nuklirnya mencapai rumah mereka di pertanian. Konsekuensi dari bom tersebut adalah padamnya listrik di seluruh wilayah dan mereka juga mendengar dari siaran radio darurat bahwa pernyataan perang telah dicetuskan. Keesokan harinya, seorang pria dari kantor Konsulat Amerika datang ke rumah dan menawarkan Daisy tiket pulang ke Amerika yang berlaku untuk esok hari. Meskipun demikian, pria tersebut tidak dapat membawa para sepupunya, dan hanya memberikan nasihat agar mereka tetap tinggal di dalam rumah dan menunggu evakuasi. Tapi para sepupunya menolak untuk pergi dari rumah mereka dan memilih untuk bersembunyi di sebuah gudang tak terpakai, sedangkan Joe pergi untuk ikut orangtuanya mengevakuasi diri. Setelah membantu para sepupunya untuk menyiapkan persembunyian mereka di gudang, Daisy bermesraan dengan Eddie, kemudian dia memutuskan untuk tidak pulang ke Amerika dan tetap tinggal bersama mereka. Namun, keesokan harinya, tentara Inggris menemukan mereka di gudang dan membawa keempatnya ke kota terdekat. Sayangnya, laki-laki dan perempuan dievakuasi ketempat yang berbeda, sehingga Daisy dan Piper harus berpisah dari Eddie dan Isaac. Sebelum berpisah, Eddie diam-diam berpesan kepada Daisy untuk kabur dan kembali pulang jika ada kesempatan. Daisy dan Piper dibawa ke rumah Mayor Tentara Inggris, istrinya yang baik membantu mereka. Berencana untuk kabur, Daisy dengan hati-hati mengumpulkan perbekalan. Tapi kawasan di rumah Mayor diserang oleh musuh sebelum Daisy memiliki waktu untuk mengambil semua yang dia butuhkan.
          Daisy dan Piper berjalan jauh melintasi kota, melewati hutan, lembah dan perbukitan. Saat beristirahat di pinggir jalan, Daisy sering memimpikan Eddie, kemudian meramalkan bahwa mimpi-mimpinya adalah indikasi tentang keadaan Eddie saat itu. Suatu malam, Daisy terbangun dan melihat ada gerombolan pemerkosa, dia membangunkan Piper dan keduanya langsung lari. Keesokan harinya, Piper mulai merengek karena kelelahan, tapi Daisy mengancam dan memperingatkannya bahwa jika Piper tidak diam dan terus berjalan, Daisy akan lari dan Piper akan ditinggal sendirian sehingga dia tidak akan mampu menjaga dirinya sendiri, karena Daisy ingin segera bertemu dengan saudaranya. Saat keduanya sampai di tempat evakuasi untuk anak laki-laki, mereka menemukan bahwa telah terjadi pembantaian besar-besaran dan tidak ada seorang pun yang masih hidup. Daisy memeriksa mayat satu persatu untuk mencari saudara mereka, dan menemukan Isaac menjadi salah satu korban. Daisy kemudian mengambil kacamatanya dan menguburkannya di hutan. Berharap Eddie masih hidup, keduanya kemudian melanjutkan perjalanan pulang. Di tengah jalan mereka bertemu dengan dua orang laki-laki bersenjata yang tiba-tiba mengejar mereka. Piper dan Daisy mencoba untuk bersembunyi, tapi kedua penjahat tersebut berhasil menemukan Piper. Daisy terpaksa keluar dan mengancam mereka dengan senjata yang dia bawa kemudian menembak mereka dengan kalang kabut, dia berhasil membunuh salah satunya dan melukai yang lain hingga kabur. Setelah itu, Daisy menyadari bahwa petanya hilang, dan kemungkinan mereka untuk menemukan jalan pulang menjadi mustahil di tengah hutan yang luas, tapi kemudian mereka menemukan elang milik Eddie, mereka mengikutinya dan sampai ke rumah.
          Rumah mereka telah dijarah dan kosong, hanya Jet yang masih ada disana, Eddie tidak terlihat dimanapun. Meski Piper lega karena sudah pulang kembali, tapi Daisy berlari keluar rumah dan menangis tersedu-sedu. Keesokan harinya, keduanya mendengar Jet menggonggong, Daisy berlari kehutan dimana dia menemukan Eddie tergeletak tidak sadarkan diri, dibadannya terdapat beberapa luka bakar yang sangat parah dan matanya lebam. Ketika Daisy membawa pulang dan merawatnya, gencatan senjata telah diumumkan, listrik menyala kembali, pemerintahan baru telah dibentuk, dan negara tersebut mulai memperbaiki diri. Bagaimanapun juga, satu hal yang telah jelas adalah Eddie menderita penyakit stress pasca trauma dan dia tidak berbicara dengan suara keras. Setelah Eddie tidak sengaja melukai tangannya saat berkebun, Daisy mengisap lukanya, sesuatu yang dulu pernah Eddie lakukan untuknya. Daisy kemudian mencium Eddie, berharap dia akan segera sembuh.(bn)

Sunday, 17 April 2016

TinkerBell

        Mainland adalah sebutan para peri untuk daratan di dunia manusia. Suatu hari di mainland ada seorang bayi lucu yang sedang tertawa untuk pertama kalinya di salah satu rumah, suara tawanya terbawa udara hingga keluar jendela dan mengenai bunga dandelion. Beberapa kelopak bunga dandelion tersebut terlepas dan diterbangkan angin, salah satunya sampai ke Pixie Hollow, Never Land. Setelah diberi semangkuk pixie dust, kelopak tersebut berubah menjadi seorang peri perempuan yang cantik. Queen Clarion (Anjelica Huston), Pemimpin Pixie Hollow, menyambutnya dan memintanya untuk memilih salah satu benda dari beberapa yang ditaruh disekelilingnya, saat si peri melewati sebuah palu, benda itu langsung bersinar. Kemudian Queen Clarion memberinya nama Tinker Bell (Mae Whitman) karena dia adalah seorang peri tinker, yaitu peri yang memiliki bakat untuk membuat dan memperbaiki sesuatu. Dua peri tinker lainnya, Bobble (Rob Paulsen) dan Clank (Jeff Bennet), mengajari Tinker Bell keahlian mereka, dan memberitahu bahwa para peri pergi ke mainland untuk pergantian musim. Tink sangat bersemangat dan tidak sabar untuk pergi ke mainland saat musim semi tiba.
          Sementara Tinker Bell bekerja, dia bertemu dengan Silvermist (Lucy Liu), peri air; Rosetta (Kristin Chenoweth), peri taman; Iridessa (Raven-Symone), peri cahaya; dan Fawn (America Ferrera), peri hewan. Setelah berbincang dengan para peri yang baik tersebut, Tink berpapasan dengan Vidia (Pamela Adlon), peri penerbang-cepat yang tidak begitu menyukainya karena bakat kuatnya yang tidak biasa. Vidia menantangnya untuk membuktikan bahwa Tink bisa pergi ke mainland, sehingga Tink kemudian menciptakan beberapa penemuan, yang dia tunjukkan kepada Menteri Musim Semi (Steve Valentine). Sayangnya itu semua sia-sia saja, karena sebenarnya hanya peri berbakat mengubah-alam saja yang pergi ke mainland, peri tinker tidak diperbolehkan ikut. Tidak ingin berputus asa, Tink berusaha mengganti bakatnya menjadi bakat mengubah-alam. Para peri yang baik hati mencoba membantunya, Silvermist mengajarinya membuat tetesan air untuk ditaruh di sarang laba-laba, Iridessa mengajarinya menaruh cahaya di pantat kunang-kunang, Fawn mengajarinya untuk menyemangati bayi burung yang belajar terbang. Namun sayangnya, Tink gagal dalam semua hal yang coba diajarkan teman-temannya. Sementara itu, Bobble dan Clank berusaha menutupi ketidakhadiran Tink dari Peri Mary (Jane Horrocks), pemimpin peri tinker. Ketika Tink kembali, dia mencoba untuk memberi penjelasan, tapi Mary hanya berkata bahwa dia sudah tahu, dan merasa kecewa terhadap sikap Tinker Bell.
          Di pantai, Tinker Bell menemukan kotak musik yang sudah rusak dan beberapa bagiannya telah lepas, kemudian mendapati dirinya memasang semua bagian yang telah lepas hingga dapat dimainkan kembali. Iridessa, Fawn, Silvermist dan Rosetta diam-diam melihatnya memperbaiki kotak musik tersebut, kemudian mengatakan pada Tink bahwa dia adalah peri tinker yang sejati karena telah berhasil membetulkan kotak musik yang sudah rusak dan seharusnya Tink bangga akan bakatnya ini. Teman-temannya meyakinkan Tink bahwa jika memang inilah bakat Tink yang sesungguhnya, seharusnya pergi ke mainland bukanlah hal yang istimewa. Meskipun demikian, Tink masih tetap ingin pergi, hingga dia meminta tolong Rosetta untuk mengajarinya menjadi peri taman, tapi permintaannya ditolak, karena Rosetta merasa bahwa membetulkan sesuatu adalah bakat terbaik Tinker Bell. Sedikit putus asa, Tinker Bell meminta tolong Vidia untuk membantunya menjadi peri taman. Punya ide licik, Vidia memberitahu Tink bahwa menangkap 'sprinting thistles', yaitu rumput liar yang berlarian merusak taman dan segala yang di lewatinya, akan menjadikannya peri taman. Namun, saat Tink berhasil menangkapi sprinting thistles tersebut, Vidia membuka pagarnya agar mereka lepas sehingga Tink akan mengejarnya tanpa henti. Kemudian hal yang sangat mengerikan terjadi, para sprinting thistles melewati jalur padat yang sedang dipakai semua peri untuk mempersiapkan musim semi di mainland, sehingga semuanya menjadi hancur terinjak-injak sprinting thistles, pekerjaan para peri menjadi sia-sia, musim semi diprediksi tidak akan datang tepat waktu.
          Karena Tink adalah satu-satunya peri yang sedang mengejar-ngejar sprinting thistles, maka dialah yang disalahkan dalam hal ini. Merasa bersalah, Tink memutuskan untuk pergi dari Pixie Hollow, tapi setelah berbicara dengan peri penjaga pixie-dust bernama Terence (Jesse McCartney), tentang pentingnya pekerjaannya, Tink menjadi sadar bahwa bakatnya juga hal yang penting. Tinker Bell menebus kesalahannya dengan menciptakan alat yang dapat mempercepat proses dekorasi bunga, kumbang dan sebagainya. Alat-alat ciptaan Tink ini memungkinkan musim semi dilaksanakan sesuai jadwal. Vidia dihukum karena telah menyebabkan kekacauan di Pixie-Hollow, dan Queen Clarion memperbolehkan Tink ikut ke mainland bersama peri pengubah-alam. Dalam hal ini, Tinker Bell mendapat tugas untuk mengembalikan barang-barang yang hilang, seperti kotak musik yang ternyata adalah milik Wendy Darling. Oleh karena itu, jika ada mainan yang hilang tiba-tiba muncul kembali atau jam yang rusak tiba-tiba telah diperbaiki, bisa jadi peri yang spesial sedang ada didekat kita di mainland.(bn)

Friday, 15 April 2016

The Revenant

        Pada tahun 1823, sekelompok penjerat dan pemburu hewan bepergian melewati wilayah Amerika yang masih belum terjajah, yang saat ini adalah wilayah Dakota. Kelompok ini di pimpin oleh Kapten Andrew Henry (Domhnall Gleeson). Di perjalanan, mereka diserang oleh orang Indian yang bernama suku Arikara, sehingga banyak hasil buruan mereka yang hilang dan banyak orang yang terbunuh. Beberapa yang masih bertahan hidup melarikan diri menaiki perahu lewat sungai, tapi Hugh Glass (Leonardo DiCaprio), seorang pemburu veteran, mengusulkan untuk meninggalkan perahu dan melanjutkan berjalan kaki. Kapten Henry setuju dengan Glass, tapi yang lainnya, termasuk seorang pemarah bernama John Fitzgerald (Tom Hardy), sangat geram mengetahui bahwa mereka akan meninggalkan kulit buruan mereka yang sangat berharga agar perjalanan mereka tidak terlalu berat, untuk kemudian disimpan di dalam tanah dekat sungai agar suatu saat dapat diambil kembali. Tapi seperti yang telah diperkirakan oleh Glass, suku Arikara berhasil mengejar perahu mereka, namun hanya menemukan dua penyelundup untuk dibunuh.
          Sejak berjalan kaki, Glass menjadi pemandu jalan, hingga keesokan paginya setelah beristirahat sejenak, Glass yang sedang sendirian menemukan anak beruang di sarangnya. Tiba-tiba saja dia diserang oleh induk beruang grizzly hingga meninggalkan luka yang dalam di leher, punggung, kaki dan tangannya sebelum berhasil membunuh beruang tersebut. Henry menolong menjahit luka-luka Glass sebisa mungkin, tapi kemudian menyadari bahwa nyawanya sudah tidak mungkin tertolong. Lagipula, kelompok tersebut tidak dapat pulang sambil menggotong Glass sepanjang jalan karena mereka harus melewati pegunungan dan perbukitan yang terjal. Mengikuti saran Fitzgerald, Henry berusaha untuk menembak Glass tapi ternyata dia tidak tega. Mencoba untuk berimprovisasi, Henry memutuskan untuk menyuruh dua orang anak buahnya menemani Glass hingga akhir hidupnya, dan menguburkannya dengan layak setelah dia meninggal nanti, untuk ini Henry akan membayar dua orang tersebut dengan sejumlah uang yang lumayan banyak sebagai rasa terimakasih. Tergiur oleh uangnya, Fitzgerald mengajukan diri. Jim Bridger (Will Poulter), seorang pemburu remaja yang baik hati walau tidak terlalu berpengalaman, kemudian mengajukan diri untuk ikut mengurus Glass. Hawk (Forrest Goodluck), anak laki-laki Glass yang berdarah separuh Indian, akan tetap berada di sisi ayahnya walau tidak dibayar.
          Sepeninggal Kapten Henry dan kelompok pemburunya, Bridger mengisi air di sungai. Sementara itu, Glass yang sedang berbaring sendirian di tandunya, akan dicekik hingga mati oleh Fitzgerald, namun Hawk menghalanginya. Kemudian Hawk pun ditikam oleh Fitzgerald hingga mati. Glass yang tidak dapat bergerak ataupun bersuara hanya melihat kejadian ini dengan merana. Setelah Fitzgerald menyembunyikan mayat Hawk, Bridger datang dan Fitzgerald pun berbohong bahwa dia tidak tahu dimana Hawk berada. Saat malam, tiba-tiba Fitzgerald membangunkan Bridger dan mengatakan bahwa suku Arikara sudah dekat sehingga mereka harus segera pergi, kemudian Fitzgerald menyeret Glass ke lubang kubur yang telah dia gali sebelumnya. Sebenarnya ini hanya sebuah kebohongan belaka, agar Fitzgerald dapat meninggalkan Glass yang sudah sekarat untuk segera mendapatkan uang. Bridger yang bingung karena tidak ingin meninggalkan Glass dalam keadaan tidak berdaya, berkali-kali meminta maaf pada Glass karena dia takut pada suku Arikara, dia meninggalkan kaleng minumnya sebagai tanda mata dan  terpaksa pergi mengikuti Fitzgerald.
          Setelah bertemu kembali dengan Kapten Henry, Fitzgerald menceritakan bahwa kedua ayah dan anak itu telah meninggal karena diserang suku Arikara, dan dia telah menguburkan mereka dengan layak. Meski demikian, Bridger yang merasa bersalah karena ikut berbohong, tidak mengambil sepeser pun uang yang telah menjadi bagiannya. Sementara itu, Glass yang berada di ambang kematian karena kelaparan dan kedinginan, berjuang untuk memulihkan kekuatannya. Dengan menyeret tubuhnya yang luka-luka, dia menyusuri hutan hingga mencapai sungai, untuk mencari air dan ikan. Glass juga membakar sendiri luka di lehernya agar tidak membusuk. Setelah cukup pulih, Glass berencana untuk membalaskan dendam kematian anaknya pada Fitzgerald. Di tengah jalan, dia bertemu dengan seorang Indian suku Pawnee yang baik hati, bernama Hikuc (Arthur Redcloud), yang memberinya makan, menyembuhkan lukanya, membuatkan tempat berteduh untuknya saat badai dan berencana mengajak Glass untuk melanjutkan perjalanan bersamanya. Namun sayangnya, keesokan hari setelah badai telah berhenti, Glass menemukan Hikuc telah mati digantung oleh para pemburu dari Prancis. Merasa tidak terima, Glass diam-diam mendatangi perkemahan para pemburu Prancis untuk mencuri kembali kuda Hikuc dan membebaskan ikatan semua kuda disana, Glass juga menyelamatkan seorang perempuan Indian yang menjadi tahanan mereka. Tak disangka, perempuan Indian ini adalah anak dari kepala suku Arikara, yang selama ini menghilang. Suku Arikara mengejar Glass dan kuda curiannya hingga keduanya jatuh ke jurang, untungnya pohon-pohon menyelamatkan Glass hingga jatuh ke tanah yang bersalju tanpa kerusakan parah. Namun kudanya tertembak dan mati saat mencapai tanah. Tidak memiliki pilihan lain, Glass mengosongkan bagian dalam perut mayat kudanya, yang tubuhnya kemudian digunakan untuk bersembunyi saat badai salju menyerang.
          Sementara menyiapkan kepulangan kelompoknya dari perkemahan pemburu, Kapten Henry menangkap sorang pemburu dari Prancis yang ternyata membawa kaleng minum pemberian Bridger, yang jatuh dari kantong Glass saat mencuri kuda. Mengetahui hal ini, Bridger dan Kapten Henry serta Fitzgerald menyadari bahwa Glass masih hidup. Berdasarkan informasi dari pemburu Prancis tersebut, mereka mengetahui dimana Glass berada dan membawanya pulang ke perkemahan. Kapten Henry menuduh Bridger telah berkhianat dan memenjarakannya. Sementara itu, Fitzgerald telah menghilang membawa uang perjalanan milik Kapten Henry. Bermaksud untuk membalas dendam dan merebut kembali uangnya, Glass bersama Kapten Henry pergi menyusuri jejak kuda Fitzgerald di salju. Ketika mereka berpencar, Fitzgerald menyerang Kapten Henry dan menguliti kepalanya agar terlihat seperti penyerangan yang dilakukan oleh orang Indian, berharap Glass akan kehilangan jejaknya.
          Menggunakan jenazah Kapten Henry sebagai perangkap, Glass menyamarkan dirinya sehingga saat Fitzgerald menyerang orang yang salah, Glass pun menembaknya. Glass dan Fitzgerald kemudian terlibat dalam baku hantam yang sangat brutal dan mematikan, dan berakhir dengan Glass menjadi penentu kematian Fitzgerald. Tapi, tiba-tiba Glass menyadari sebuah kebenaran yang dikatakan Fitzgerald, bahwa membunuh Fitzgerald tidak akan membuat anaknya hidup kembali. Akhirnya Glass menyerahkan Fitzgerald yang sudah terluka kepada suku Arikara di seberang sungai, yang kemudian langsung membunuh Fitzgerald. Berterimakasih karena telah menyelamatkan anak perempuannya, suku Arikara tidak membunuh Glass. Setelah menyelesaikan misi balas dendamnya, Glass yang terluka parah, mengasingkan diri di hutan dan mengingat dahulu saat istrinya masih hidup.(bn)

Thursday, 14 April 2016

Brooklyn

        Film ini berlatar belakang pada tahun 1952. Tokoh utama kita adalah seorang gadis muda yang cantik bernama Eilis Lacey (Saoirse Ronan), tinggal di kota kecil bernama Enniscorthy, Irlandia bagian Tenggara. Setiap akhir pekan, Eilis bekerja di sebuah toko serba ada milik wanita tua cerewet dan pendendam yang biasa dipanggil Miss Kelly (Bríd Brennan). Kakak perempuan Eilis, Rose Lacey (Fiona Glascott), menginginkan masa depan yang cerah untuk adiknya, karena itu Rose kemudian merencanakan kepergian Eilis ke Amerika Serikat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Rose telah membicarakan hal ini bersama Father Flood (Jim Broadbent), seorang pendeta yang akan mengatur kedatangan Eilis di Amerika, juga mencarikan pekerjaan dan tempat tinggal. Di kapal dalam perjalanan, Eilis mabuk laut dan juga keracunan makanan. Selain itu, toilet yang seharusnya dipakai bersama kamar sebelah, dikunci dari dalam, sehingga Eilis terpaksa menggunakan ember untuk buang air dan muntah. Untungnya, seorang perempuan teman sekamarnya yang telah berpengalaman dalam hal bepergian dan naik kapal, menolongnya merebut kembali toilet mereka, dan memberikan nasihat serta semangat untuk Eilis dalam memulai kehidupannya di Brooklyn, tempat tujuan bagi kebanyakan imigran dari Irlandia.
     Eilis kemudian tinggal di rumah kos milik orang Irlandia. Disana, setiap malam Eilis makan malam bersama ibu kos (Julie Walters) dan juga teman-teman kosnya yang semuanya wanita muda. Eilis mendapatkan pekerjaan di sebuah pusat perbelanjaan, tapi dia pemalu dan pendiam dalam melayani pelanggan, sehingga supervisornya, Miss Fortini (Jessica Paré) sering jengkel padanya. Surat yang dikirimkan Rose dari Irlandia malah membuatnya rindu kampung halaman, Eilis menjadi semakin murung dan sedih memikirkan kakak dan ibunya. Father Flood kemudian datang untuk mengunjungi Eilis yang sedang tidak bersemangat, dan menawarkan agar Eilis melanjutkan studinya di kelas Pembukuan di Brooklyn College. Di sebuah pesta dansa, Eilis bertemu dengan seorang pemuda tampan berkebangsaan Italia bernama Anthony 'Tony' Fiorello (Emory Cohen) yang jatuh hati padanya pada pandangan pertama dan kemudian menjadi teman dekatnya. Dengan adanya perkembangan ini, Eilis merasa mulai betah di New York. Meskipun demikian, ketika Tony menyatakan cinta padanya, Eilis tidak langsung membalasnya dengan pernyataan cinta yang sama.
     Suatu hari Father Flood memberi kabar ke Eilis bahwa Rose tiba-tiba meninggal dunia, dikarenakan suatu penyakit yang oleh Rose tidak pernah diceritakan kepada siapa-siapa. Setelah menelepon ibunya, Eilis jadi merasa bingung memikirkan keadaan ibunya sehingga dia kemudian memutuskan untuk pulang kembali ke Irlandia hanya untuk beberapa hari. Tony bersikeras agar mereka berdua melangsungkan pernikahan sebelum Eilis pulang, sebagai sebuah perjanjian bahwa mereka akan segera bertemu kembali. Maka secara diam-diam, tanpa memberitahu keluarga ataupun teman, mereka melangsungkan pernikahan di sebuah kantor catatan sipil. Sesampainya di Irlandia, Eilis mengunjungi makam kakaknya dan melepas kerinduan pada ibunya, semua orang sepertinya berusaha membujuk agar Eilis tidak kembali ke Brooklyn. Sahabat baiknya, Nancy (Eileen O'Higgins), akan menikah seminggu setelah rencananya kembali ke Amerika, sehingga Eilis pun membatalkan rencananya untuk kembali. Selama seminggu di Irlandia, Eilis dan Nancy mengadakan kencan ganda bersama tunangan Nancy dan temannya, seorang pemuda kaya yang tampan bernama Jim Farrel (Domhnall Gleeson), mereka jalan-jalan ke pantai dan makan bersama. Ibunya merasa senang dengan kedekatan Eilis dan Jim, karena Jim adalah anak orang kaya yang sangat memenuhi syarat untuk dijadikan menantu. Selain itu Eilis juga terpaksa bekerja menggantikan Rose sebagai karyawan pembukuan di sebuah perusahaan, dikarenakan tidak ada lagi orang yang tepat menggantikan Rose selain dirinya. Eilis kini mulai merasa dia akan memiliki masa depan yang cerah di Irlandia, sesuatu yang dulu tidak dirasakannya sebelum dia berangkat ke Amerika. Eilis pun menahan diri untuk tidak membaca semua surat yang dikirimkan Tony dan juga tidak membalasnya.
     Setelah menghadiri pernikahan Nancy, tiba-tiba saja Miss Kelly memanggilnya ke tokonya dan mengatakan bahwa dia mengetahui bahwa Eilis sudah menikah dengan seorang pria di Brooklyn. Eilis jadi menyadari bagaimana rasanya hidup di sebuah kota kecil di Irlandia, kehidupan yang dulu berusaha dia tinggalkan. Akhirnya dia berterus terang kepada ibunya tentang pernikahannya bersama Tony dan kembali ke Brooklyn keesokan harinya. Di kapal, Eilis merasa menjadi seorang wanita yang telah berpengalaman dalam hal bepergian, dia menawarkan bantuan dan menasihati seorang perempuan yang untuk pertama kalinya pergi ke Amerika. Akhirnya Eilis bertemu kembali dengan Tony dan keduanya berpelukan dengan bahagia.(bn)

Wednesday, 13 April 2016

Shaun the Sheep Movie

        Shaun (Justin Fletcher) adalah seekor domba yang cerdik dan banyak ide, dia tinggal bersama kawanannya di pertanian Mossy Bottom. Saat ini Shaun sedang bosan dengan segala rutinitas yang ada di pertanian. Suatu hari, sebuah bis kota lewat di depan pertanian mereka seperti biasanya, di badan bis terdapat iklan yang menggambarkan seseorang sedang berlibur dan bersantai. Iklan itu membuat Shaun memiliki ide untuk mengambil hari libur untuknya beserta kawanan domba. Maka mereka mulai mempersiapkan liburan mereka. Shaun membayar seekor burung merpati dengan beberapa helai roti, agar burung itu mau mengelabui si anjing petani yang bernama Bitzer (John Sparkes) dengan cara menggantungkan sebuah tulang favoritnya di pohon, Bitzer pun lupa dengan pekerjaannya menggembala domba, sehingga kawanan domba dapat leluasa pergi kemanapun mereka suka. Saat sang Petani (John Sparkes) memulai rutinitas paginya, yaitu mengeluarkan kawanan domba dari kandangnya dan menggiring mereka ke lapangan rumput, Shaun dan kawan-kawan memulai trik mereka melompati pagar dan berputar kembali di belakang petani sehingga sang petani menghitung jumlah mereka berulang-ulang, hingga akhirnya petani pun tertidur. Trik menghitung domba berulang-ulang agar bisa tidur ini memang sangat terkenal di Inggris. Shaun sudah menyiapkan sebuah gerobak dibelakang Petani, sehingga setelah dia jatuh tertidur kedalam gerobak, kawanan domba tinggal menyeretnya dan menyembunyikannya ke suatu tempat.
Tempat yang mereka pilih untuk menyembunyikan si Petani agar tidak diketahui oleh Bitzer adalah sebuah karavan tua yang sudah terbengkalai yang ada di pinggir jalan. Shaun dan kawan-kawan membuatnya sedemikian rupa agar si Petani nyaman tidur disana. Setelah semuanya beres, Shaun dan kawan-kawan pun memulai liburan mereka di rumah si Petani. Mereka mempersiapkan makanan yang enak di dapur Petani, kemudian makan dan minum sambil duduk menonton film di TV milik Petani. Sayangnya, Bitzer yang telah menyadari bahwa dia hanya dikelabui, menghentikan liburan para domba dan menyuruh mereka memberitahu dimana si Petani berada. Saat Bitzer mencoba membangunkan petani, pintu karavan macet sehingga tidak bisa dibuka, para domba mencoba membantu Bitzer, tapi karavan itu malah terdorong ke tengah jalan dan bergerak turun menyusuri jalan yang menurun dan berkelok-kelok. Setelah menyuruh Shaun dan para domba untuk tetap tinggal dipertanian sampai dia kembali, Bitzer berlari mengejar karavan itu hingga ke kota.
Si Petani terbangun kena guncangan karavan yang melewati jalan tidak rata dan berkelok-kelok. Saat keluar dari karavan kepalanya terbentur bola berat dan dia pun pingsan. Penduduk setempat memanggil ambulans, yang kemudian membawanya ke rumah sakit. Disana dia didiagnosa  telah mengalami hilang ingatan atau amnesia. Si Petani pun akhirnya keluar dari rumah sakit, dan mendapati dirinya ada di kota. Saat mengamati sebuah salon di pinggir jalan, dia melihat ada benda yang sepertinya tidak asing baginya, benda itu adalah alat pencukur rambut. Dia pun masuk ke salon tersebut, dan seorang aktor terkenal (Jack Paulson) yang saat itu ingin memperbaiki tatanan rambutnya, salah mengira si Petani sebagai seorang tukang potong rambut dan menyuruhnya segera bekerja. Si Petani sebenarnya memang lihai dalam hal mencukur, karena setiap waktu dia mencukur bulu para domba. Maka dengan menggunakan alat cukur, si Petani memberikan dandanan baru pada si aktor terkenal, yang ternyata menyukai rambut barunya. Tidak disangka, semua orang menganggap ini adalah gaya rambut yang sedang trend dan banyak orang meminta si Petani mencukur rambutnya agar mirip si aktor terkenal. Si Petani dipekerjakan di salon tersebut, dan akhirnya menjadi terkenal di kota dengan nama Mr. X.
Sementara itu, Shaun dan kawan-kawan menjadi makin tidak bahagia di pertanian. Tanpa adanya Bitzer dan si Petani, mereka jadi tidak terurus dan tidak ada yang memberi makan, selain itu mereka juga ditindas oleh para babi. Akhirnya Shaun bertekad untuk pergi ke kota sendiri, untuk membawa pulang Bitzer dan Petani. Dengan membawa foto Petani yang dia gunting dari album lama, Shaun diam-diam menyelinap naik bis yang menuju ke kota. Tak disangka, ternyata kawanan domba mengikuti Shaun naik bis berikutnya. Di kota, Shaun dan para domba menyamar sebagai manusia, karena mereka menghindar dari kejaran seorang penangkap hewan liar yang bernama Trumper (Omid Djalili). Tapi Shaun akhirnya tertangkap dan bertemu dengan Bitzer di penangkaran hewan. Dengan bantuan seekor anjing liar yang bernama Slip (Tim Hands), mereka bertiga berhasil kabur. Bitzer, Shaun dan kawanan domba akhirnya menemukan si Petani, tapi sayangnya si Petani tidak mengenali mereka lagi karena penyakit amnesianya belum hilang.
Tidak ingin putus asa dan bersedih hati, Shaun berencana untuk membawa pulang kembali si Petani ke pertanian agar ingatannya pulih. Kawanan domba kembali menggunakan siasat 'menghitung-domba' kepada semua orang termasuk si Petani, hingga semua orang di salon terlelap dan aksi mereka pun dilaksanakan dengan lancar. Shaun dan Bitzer membuat kuda palsu dari barang bekas yang mereka dapatkan di tempat rongsokan. Kuda palsu tersebut sangat besar sehingga dapat diisi beberapa domba sekaligus dan dipergunakan untuk mengecoh orang-orang di jalan saat mereka melewati kota. Mereka menempatkan si Petani ke atas kuda palsu dan memakaikan kacamata hitam, membuat si Petani seolah-olah dia adalah polisi penunggang kuda. Setelah menemukan karavan mereka di pinggiran kota, Shaun memasukkan si Petani yang masih tidur dan semua domba dan anjing ke dalamnya, kemudian mengkaitkannya ke bis yang menuju pertanian Mossy Bottom. Awalnya semua berjalan sesuai rencana, tapi Trumper yang menjadi gila karena kegagalannya, berhasil mengejar mereka hingga ke pertanian dan berusaha membunuh mereka semua sekaligus.
Sesampainya di pertanian, Shaun dan semua binatang beserta si Petani yang masih tidur, bersembunyi di sebuah lumbung kecil. Trumper mendorong lumbung tersebut ke jurang dengan menggunakan traktor, untuk membunuh semua yang ada di dalamnya. Untunglah si Petani akhirnya bangun dan menyelamatkan mereka semua. Ingatan si Petani pun akhirnya kembali, dan dengan bekerja sama, mereka berhasil mengalahkan Trumper. Si Petani, Bitzer dan para domba berbahagia akhirnya mereka dapat bertemu kembali, dan keesokan harinya, si Petani meniadakan aktifitas rutin yang biasa mereka lakukan sehari-hari. Slip diadopsi oleh seorang wanita supir bis yang setiap hari melewati pertanian Mossy Bottom. Kantor Penangkap Hewan Liar berubah menjadi Pusat Perlindungan Hewan Liar, dan Trumper tidak lagi bekerja disana, dia menemukan pekerjaan baru sebagai badut ayam yang mempromosikan restoran ayam goreng. Di kota, para warga kehilangan Mr. X, yang selama ini berjasa besar atas perubahan trend mode rambut terbaru.(bn)

Tuesday, 12 April 2016

American Ultra

        Mike Howell (Jesse Eisenberg) adalah seorang pecandu yang hidup di kota kecil Liman, West Virginia, dimana dia bekerja sebagai kasir minimarket, dan sedang merencanakan untuk melamar kekasihnya, Phoebe Larson (Kristen Stewart). Di Langley, Virginia, agen CIA bernama Victoria Lasseter (Connie Britton) mengetahui bahwa Mike akan dibunuh oleh rival kerja Lasseter, Adrian Yates (Topher Grace). Hal ini dikarenakan Mike sebenarnya adalah satu-satunya orang yang bertahan hidup dari program percobaan bernama Ultra yang dilakukan oleh Lasseter, yang dianggap gagal karena sebagian besar tidak mampu bertahan hidup, sedangkan program percobaan Tough Guy milik Yates berhasil diterapkan. Mike sama sekali tidak tahu bahwa dirinya adalah program percobaan, sehingga Lasseter merasa bahwa Mike adalah warga sipil biasa yang seharusnya dilindungi, Lasseter pergi ke Liman dan "mengaktifkan" Mike dengan memberitahunya sebuah sandi berupa puisi. Namun, karena penggunaan narkoba yang berlebihan, program Ultra di tubuh Mike tidak secara langsung mengenali sandi tersebut.
     Saat sedang bekerja di toko, Mike melihat ada dua orang yang sedang memasang bom di mobilnya maka dia pun mencoba menghentikan mereka. Kedua orang tersebut, yang merupakan anak buah Yates, balik menyerang Mike, tiba-tiba saja program Ultra yang ada di tubuh Mike aktif dan Mike berhasil membunuh keduanya. Dengan ngeri, Mike menelepon Phoebe untuk mengabarkan hal ini dan keduanya berakhir di penjara. Yates  kembali mengirim dua orang program Tough Guy; Laugher (Walton Goggins) dan Crane (Monique Ganderton), untuk membunuh Mike dan Phoebe di kantor polisi, tapi Laugher berhasil dilumpuhkan sedangkan Crane terbunuh. Mike dan Phoebe mencari bantuan ke rumah temannya yang seorang pengedar narkoba, Rose (John Leguizamo), yang kemudian menyembunyikan mereka. Yates menutup semua akses kedalam maupun keluar kota Liman, dan menyebarkan foto Victoria Lasseter dan Mike Howell ke stasiun televisi sebagai buronan. Lasseter menghubungi mantan asistennya, Peter Douglas (Tony Hale), agar bersedia membantunya dengan mengirimkan senjata ke Liman yang akan digunakan untuk melindungi Lasseter dan Mike. Yates mengetahui hal ini, kemudian dia pun menuduh Peter telah berkhianat dan mengancam akan memberikan hukuman, menyebabkan Lasseter tidak berhasil mendapatkan bantuan. Yates kemudian kembali menyerang dengan menggunakan gas beracun yang disemprotkan tiga orang agen ke rumah Rose. Para agen tersebut membunuh Rose dan dua orang anak buahnya, sementara Phoebe mencoba menolong Mike dari gas beracun yang telah dia ketahui sebelumnya. Hal ini membuat Mike curiga, dan akhirnya Phoebe pun mengaku bahwa dirinya sebenarnya adalah agen CIA yang menyamar sebagai kekasih Mike. Mike pun terluka dan patah hati, sehingga dia mencoba mengusir Phoebe dan meminta untuk tidak mendekatinya lagi.
     Laugher mengejar keduanya dan menangkap Phoebe. Tapi Mike berhasil lari dan ditolong oleh Lasseter, kemudian dibawa pulang kerumah Mike. Disana, Lasseter memberitahu Mike bahwa dia sebenarnya dulu telah ikut serta program Ultra karena memiliki catatan kriminal, kemudian dia mengalami hilang ingatan. Mike juga diberitahu bahwa misi Phobe yang sebenarnya hanyalah untuk membuat Mike diterima di Liman kemudian pergi, tapi Phoebe benar-benar jatuh cinta padanya, sehingga dia memilih untuk bersama Mike hingga sekarang. Anak buah Yates mengetahui keberadaan mereka di rumah, tapi Mike dan Lasseter berhasil menjatuhkan anak buah Yates tersebut, sehingga Yates memilih untuk mengebom rumah itu dengan misil melalui pesawat tanpa awak yang peluncurannya hanya bisa dilakukan oleh Peter melalui kantor CIA. Peter menolak untuk mengebom rumah Mike dan diam-diam menghubungi pimpinan mereka, Raymond Krueger (Bill Pullman), dan melaporkan padanya bahwa Yates telah melewati batas. Mike menerima telepon dari Yates di rumahnya dan mengetahui Phoebe telah ditangkap, Mike menawarkan penyerahan dirinya kepada Yates, agar Phoebe tidak dibunuh. Dengan membawa kembang api, Mike menyerang Yates dan anak buahnya di toko tempat dia bekerja, sehingga membuat banyak anak buah Yates mati, dia kemudian berduel dengan Laugher. Sementara itu, Phoebe yang dibawa pergi oleh Yates, diam-diam berhasil membuka ikatan tangannya, kemudian berduel dengan Yates. Lasseter yang telah menemukan senjata, sudah akan membunuh Yates, tapi Krueger datang dan menghentikan mereka berdua.
     Mike berhasil menemukan Phoebe dan melamarnya di depan todongan belasan polisi, Phoebe menerima lamarannya. Sementara itu di hutan, di tengah hujan Krueger meminta penjelasan kepada Yates dan Lasseter, yang berlutut di bawahnya. Menurut pendapat Yates, semua yang telah dia lakukan akan disetujui oleh Krueger andaikan semuanya sukses, dan Krueger pun menyetujuinya. Merasa bahwa dia telah dimaafkan, Yates bangun dan Krueger menembaknya. Lasseter meminta Krueger untuk tidak mengakhiri hidupnya dan Mike, karena selama ini ternyata Mike, satu-satunya yang bertahan hidup dari program Ultra, berhasil menghabisi seluruh agen program Tough Guy, yang berarti bahwa program Mike telah sukses diterapkan. Enam bulan kemudian, Mike dan Phoebe berada di Filipina, dua-duanya bekerja sebagai agen rahasia dan menikmati pekerjaan serta kehidupan mereka.(bn)